Guna Otopsi, Polda dan Polres Tanggamus Bongkar Makam Aceng

0
25

LAMPUNGPAGI — Polda Lampung bersama Polres Tanggamus melakukan otopsi dengan cara membongkar makam Dedi alias Aceng (30) warga Pekon (Desa) Kerta, merupakan korban pembunuhan beberapa waktu lalu di Pekon Kerta Kecamatan Kota Agung Timur Tanggamus. Pembongkaran makam dilaksanakan. Rabu (3/3/2021).

Sebelum makam di bongkar, dilakukan pemasangan police line, selanjutnya bersama tokoh agama melakukan pembacaan do’a serta mukadimah, berharap dukungan dan do’a dari semua pihak, agar bisa berjalan lancar.

Seluruh rangakain pengamanan dilaksanakan Polres Tanggamus, Polsek Kota Agung di backup TNI Kodim 0424 Tanggamus, dipimpin Kasat Reskrim Iptu. Ramon Zamora, SH, dan Kapolsek Kota Agung AKP. Muji Harjono, SE.

Kasat Reskrim Iptu. Ramon Zamora, SH, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Oni Prasetya, SIK mengungkapkan, bahwa ketua tim rombongan forensik Dr. Jim Ferdian Tambunan bersama 5 tim dari forensik RS Bhayangkara dan 6 personil teknis lainnya.

Pelaksanaan autopsi mayat dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, bertujuan untuk mengetahui secara detail penyebab kematian korban. Tim Forensik bersama penyelidik melakukan serangkaian penyelidikan, guna meningkatkan penyidikan untuk mengetahui bahwa ini suatu peristiwa tindak pidana pembunuhan. Tahapan telah dilakukan, yakni mengumpulkan keterangan saksi-saksi maupun barang bukti.

“Kami juga telah menurunkan tim psikologi guna pendampingan terhadap saksi-saksi, selanjutnya sejak pukul 10.30 WIB, sedang berlangsung otopsi dilakukan tim dokter forensik RS Bhayangkaran,” kata Ramon.

Lanjut Kasat, sejak peristiwa terjadi, Polres Tanggamus terus memperdalam terkait dengan bukti, berdasarkan 184 KUHAP, harus memiliki bukti-bukti cukup untuk menentukan tersangkanya. Untuk saksi masih diperdalam dan telah melakukan pemeriksaan terhadap 7 hingga 10 saksi, mengetahui, mendengar saat dan setelah kejadian.

Terkait hasil forensik masih terus dilakukan pendalaman karena belum didapatkan dari ahli forensik, untuk mendukung proses penyidikan lebih lanjut, sehingga dapat diketahui pasti meninggalnya seseorang.

“Pelaksanaan otopsi, pihak keluarga, tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat mendukung karena untuk pengungkapan kasus,” ujar Ramon. (Ir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here