Dua Menteri Kunjungan Kerja ke Sumberejo Tanggamus

0
41

LAMPUNGPAGI — Menteri Koperasi & UKM RI, Drs. Teten Masduki bersama Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, Dr. Sofyan A Djalil, kunker Kecamatan Sumberejo Kabupaten Tanggamus. Minggu (28/2/2021).

Turut dalam rombongan, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handayani, Irwasda Polda Lampung Kombes Pol. Eddy H, Kepala PT. GGP Wili Setiyono, Camat Sumberejo Pardi S.Pd. MM.

Dalam kunker, Menteri bersama rombongan berkesempatan mengunjungi kebun pisang, kemitraan anggota koperasi produsen Tani Hijau Makmur seluas 0,5 Ha, dikelola secara bersama masyarakat petani dibawah binaan PT. Great Giant Pineapple. Saat berkunjung ke kebun pisang Menteri berdialog langsung dengan pengelola kebun.

Menurut Suroto, pengelola kebun, diperlukan waktu 7 bulan dari mulai tanam hingga mencapai buah siap panen dengan kapasitas produksi mencapai 4 sampai 5 ton dalam satu kali panen. Adapun jenis pisang menjadi komoditi unggulan perkebunan di Tanggamus, jenis Pisang Mas dengan harga jual ditingkat petani mencapai sebesar 2.500/kg.

“Jenis pisang mas, selain disukai pedagang dan konsumen, rasanya lebih enak dari jenis pisang lain serta kualitas dan ketahanan nya juga baik,” kata Suroto.

Usai meninjau kebun pisang, rombongan Menteri mengunjungi tempat pengelolaan pisang (Packing House), dikelola Kelompok Tani Arjuna, berlokasi di Pekon Sumber Mulyo dusun IV Kecamatan Sumber Rejo.

Menteri Koperasi dan UKM RI, berharap pengusaha dan petani dapat terus bermitra. Petani agar memanfaatkan koperasi sebagai wadah untuk mengembangkan usaha perkebunan pisang. Kunjungan kami dalam rangka memberikan dukungan ke UKM dan dunia usaha ada di Provinsi Lampung.

Kunker disini untuk melihat secara langsung model dijalankan di Provinsi Lampung, yaitu kemitraan antara Pengusaha dan Petani. Apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung, telah mengembangkan usaha kemitraan antara pengusaha besar dengan petani dicontohkan di Tanggamus.

“Kami berharap kemitraan telah dijalankan PT. GGP dapat diterapkan ditempat lain, seperti di Jawa dan wilayah lain,” kata Teten Masduki.

Menteri Agraria dan Tata Ruang RI, juga berharap agar model kemitraan telah dijalankan di Provinsi Lampung dapat juga dijalankan di daerah lain di Indonesia. Provinsi Lampung merupakan daerah mampu mencatatkan nama harum Indonesia dikancah dunia, dengan menjadi penyuplai produk nanas kaleng terbesar di dunia.

“Saya bangga dengan Provinsi Lampung,” kata Sofyan. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here