Peringati Hari Santri PCNU Tanggamus Gelar Pengajian Akbar

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani bersama Wakil Gubernur Lampung Hj. Chusnunia Chalim hadir di acara pengajian akbar digelar PCNU Tanggamus, dalam rangka mempringati Hari Santri Nasional di Lapangan Pekon Lansbaw Kecamatan Gisting. Minggu (27/10/2019).

Dalam pengajian akbar tausiah disampaikan KH. Manarul Hidayat. Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PWNU Provinsi Lampung KH. Moh. Mukri, KH. Marzuki Amin, KH. Rois, Ketua DPRD Tanggamus Heri Agus Setiawan,
Forkopimda Tanggamus, Anggota DPRD Provinsi Lampung Azuwansyah, sejumlah Anggota DPRD Tanggamus, Ketua PCNU Tanggamus Amirudin Harun, Ketua Muslimat NU, Ketua Fatayat NU, Ketua GP Ansor, Ketua Dekranasda, PD Muhammadiyah, Camat dan Uspika Kecamatan Gisting serta Ormas Islam Se- Tanggamus.

Dalam laporan, Ketua PCNU KH. Amirudin Harun menyampaikan, peran santri telah diakui negara melalui Keputusan Presiden nomor 22 tahun 2015 tentang penetapan tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Tahun ini santri kembali mendapat penguatan negara melalui pengesahan Undang – Undang Pesantren.

“Melalui Undang – Undang tersebut diharapkan santri dan pendidikan pesantren dapat meningkatkan peran dan kontribusinya dalam pembangunan bangsa dan negara melalui fungsi pendidikan, dakwah dan pemberdayaan masyarakat,” kata Amirudin.

Dikesempatan sama, Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani juga menyampaikan, saat ini santri hidup ditengah dunia digital dan internet dapat menghubungkan manusia dalam dunia maya. Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan kebaikan dan dakwah Islam serta mereduksi penggunaan tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama, jiwa, nalar, harta, keluarga dan martabat seseorang.

“Dengan hari santri, kita berharap santri akan menjadi generasi muda tangguh, penerus masa depan, dan harapan bangsa Indonesia,” kata Dewi Handajani.

Wagub Lampung Chusnunia, mengajak dengan peringatan hari santri bisa menjadikan santri lebih semangat lagi untuk memperjuangkan bangsa Indonesia agar lebih maju. Sebelum sekolah umum dibangun di negara ini, pondok pesantren pertama mendidik anak bangsa.

“Kita mengharapkan para santri bisa berbakti kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Wagub. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here