BEI OJK Kerjasama IIB Darmajaya Gelar Sekolah Pasar Modal

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bekerjasama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Lampung dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung menggelar Sekolah Pasar Modal (SPM) di Gedung Alfian Husin Lantai III Selasa, (22/10/19).

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Dr. Faurani I Santi Singagerda, M.Si., mengatakan dengan hadirnya BEI dan OJK Lampung dapat menambah wawasan pengetahuan mahasiswa. “Selama ini mahasiswa/i mendapatkan materi dalam kelas dan dengan hadirnya langsung stakeholder terkait membuat transfer knowledge langsung,” ungkapnya.

Kompetensi ekonomi saat ini sangat penting terutama bagi program studi Akuntansi. “Karena dengan adanya pengetahuan pasar modal juga membuat mahasiswa paham kondisi ekonomi Indonesia saat ini,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah pasar modal tidak hanya dilakukan sekali saja. “Kami berharap kedepan BEI dan OJK juga dapat memberikan pemahaman dari tugasnya masing-masing tidak kali ini saja,” tuturnya.
Dalam paparan materinya, Kasubag Pengawasan Pasar Modal OJK Lampung Milado Pani mengatakan Otoritas Jasa Keuangan melakukan pengawasan terhadap transaksi dalam pasar modal. “Tidak hanya mengawasi perbankan tetapi juga OJK bertugas melakukan pengawasan pasar modal Indonesia,” ungkapnya.

Pasar modal Indonesia saat ini sudah sangat baik dengan semua transaksi dilakukan online. “Pengawasan juga dilakukan kepada sekuritas yang menjadi tempat nasabah dalam menitipkan uangnya untuk transaksi  di pasar modal. Bekerjasama dengan BEI pengawasan dilakukan dalam menindak transaksi yang tidak sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Sementara, Executive Trainer BEI Lampung Fahmi Al Kahfi mengatakan saat ini dunia pasar modal tidak hanya untuk kelas menengah keatas. “Anak milenial banyak yang sudah ikut dalam menabung di pasar modal,” ungkapnya.

Kebiasaan anak milenial sekarang konsumtif dan memiliki banyak hutang. “Jadi kalian harus merubah mindset untuk produktif dan berinvestasi,” tuturnya.

Membeli saham, lanjut Fahmi, akan terbebas dari inflasi karena nilainya akan terus melonjak. “Ini membuat nilai saham kalian terus meningkat. Jadi tidak spekulatif dalam melakukan pembelian saham seperti money game karena harus menganalisisnya,” bebernya.

Fahmi –biasa dia disapa – menjelaskan dalam melakukan pembelian saham bisa melakukan analisis dari segi pemberitaan. “Kita dapat mengecek dari sisi pemberitaan misalnya ANTAM bagus atau tidak. Ada analisis teknikal dan fundamental juga dalam melakukan pemilihan emiten (saham) untuk dibeli dan membutuhkan waktu lama dalam pembelajaran,” tutupnya. (M Rizakwan Hafiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here