Polres Tanggamus Amankan Penyalahgunaan Narkoba

0
1

LAMPUNGPAGI.NET — Seorang Ibu rumah tangga (IRT) berinisial RU (42) bersama rekannya SA (40) dan IF (41), ketiganya warga Pekon Kagungan Kecamatan Kota Agung Timur (Kotim) Tanggamus, diamankan Satresnarkoba Polres Tanggamus.

Kasat Resnarkoba AKP. Hendra Gunawan, SH mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Hesmu Baroto, S.IK, MM mengungkapkan, seorang IRT RU bersama dua orang lainnya SA dan IF ditangkap karena diduga telah melakukan penyalahgunaan Narkoba jenis Sabu. Mereka ditangkap di kediaman RU di Pekon Kagungan Kotim. Selasa (24/9/2019) sekitar pukul 16.30 WIB. Ketiganya ditangkap berdasarkan penyelidikan informasi dari masyarakat bahwa RU selain membuka warung juga menjual sabu dan kaca pirex.

“Hasil penyelidikan, benar bahwa RU diduga merupakan penjual sabu, maka dilakukan penangkapan terhadapnya berikut 2 pria sedang berada di lokasi, diduga merupakan konsumennya,” kata Hendra Gunawan. Minggu (29/9/2019).

Barang bukti turut diamankan dari TKP 19 plastik klip berisi sabu siap edar, 28 pipa kaca terbungkus koran siap jual, 11 unit handphone, 1 timbangan digital, 1 alat hisap sabu/ bong, 1 pipa kaca/ pirek bekas pakai, 2 bundle plastik berisi plastik klip transparan, 2 sumbu terbuat dari kertas almuniumfoil dan gunting diamankan dari rumah RU sewaktu penggeledahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, diduga suami RU juga terlibat dalam peredaran gelap Narkoba. Dugaan sementara, RU berjualan di rumah, sedangkan suaminya diduga mengambil barang sekaligus pengantar kepada konsumen. Saat ini RU bersama 2 pria tersebut berikut barang bukti diamankan di Satresnarkoba Polres Tanggamus, guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut. Untuk suami RU dan penyedia barang haram masih dalam proses pengejaran.

Ketiga tersangka telah di test urine dan hasilnya dinyatakan positif, sehingga terhadap RU dapat dijerat pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009, kemudian untuk SA dan IF dapat dijerat pasal 127 UU nomor 35 tahun 2009.

“Untuk pasal 114 ancaman minimalnya 5 tahun dan pasal 127 ancaman maksimal 4 tahun penjara,” kata Hendra.

Dihadapan penyidik RU mengaku melakukan praktek penjualan barang haram di rumahnya, bisnis itupun baru digelutinya selama dua bulan terakhir.
Itu juga baru 6 kali melakukan pembelian kepada seseorang namanya dirahasiakan, setiap transaksi jumlahnya rata – rata 2,7 juta rupiah.

“Biasanya beli 1 paket seharga Rp 2,7 juta, selanjutnya dipecah menjadi paket kecil dijual Rp 100 ribu hingga 250 ribu itupun baru dua bulan berjalan,” kata RU. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here