Pemkab Tanggamus Beri Pelatihan Penggunaan Tapping Box

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Asisten III Firman Ranie mewakili Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani membuka kegiatan sosialisasi serta pelatihan penggunaan alat tapping box di aula BPKD Tanggamus. Rabu (31/7/2019).

Pengusaha rumah makan, restoran dan hotel mendapatkan sosialisasi serta pelatihan penggunaan alat tapping box dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalu Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) dan Bank Lampung.

Plt Kepala BPKD Tanggamus Suaidi menyampaikan, bahwa penggunaan alat tapping box sebagai alat kontrol terhadap pajak daerah serta mendukung program pencegahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tapping box selain untuk meningkatkan PAD bisa juga meningkatkan kesadaran wajib pajak serta mempermudah wajib pajak dalam membuat laporan omset, menghitung besaran pajak, meningkatkan akurasi penerimaan pajak dan sekaligus meminimalisir kebocoran PAD, khususnya dari sektor pajak hotel dan restoran. Selanjutnya pajak dipungut pihak rumah makan, restoran dan hotel sebesar 10 persen untuk setiap item dibeli. Untuk setornya nanti melalui Bank Lampung.

“Setelah sosialisasi dilanjutkan MoU dengan Bank Lampung barulah dilakukan penerapan dan target kita Agustus ini sudah jalan,” Suaidi.

Dikesempatan sama, Asisten III Firman Ranie menyambut baik acara sosialisasi dan pelatihan penggunaan alat tapping box karena bisa meningkatkan PAD. Penggunaan tapping box merupakan salah satu cara untuk mengontrol transaksi pembayaran pajak oleh wajib pajak hotel, restoran dan rumah makan dan tidak akan dibebani biaya apapun dalam sistem ini.

Kemudian, Kepala Divisi Dana Jasa, Bank Lampung, Lies Yulianty juga menyampaikan, untuk mendukung sistem ini, pihaknya memberikan bantuan alat tapping box kepada Pemkab Tanggamus, sebagai tahap awal ada 25 unit alat tapping box.

“Alat tapping box akan dipinjamkan ke restoran, rumah, rumah makan dan hotel,” kata Lies Yulianty. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here