Tiga Satker Lakukan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) Kota Metro yang tergabung dalam tim, melakukan pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol di wilayah Kota Metro.

Pelaksanaan kegiatan tersebut berlangsung berdasarkan Perda kota Metro nomor 07 tahun 2008 yang telah di ubah dengan peraturan daerah kota Metro nomor 12 tahun 2010 dan surat keputusan Walikota Metro nomor: 217/KPTS / D.18/2019.

Pemerintah Kota Metro melalui dinas terkait yang dikeluarkan pada tanggal 4 April 2019 mengintruksikan membentuk tim pelaksana kegiatan pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol tahun 2019.

Tim pelaksana kegiatan berjumlah 15 orang ini melakukan pendengalian dan pengawasan terhadap pengadaan Peredaran minuman beralkohol ke sejumlah tempat seperti Cafe, Hiburan karaoke keluarga, toko-toko dan sejumlah tempat di Kota Metro.

Kepala Dinas perdagangan kota Metro L.M Hutabarat,SH melalui Kabid perdagangan Denny Ferdinan S.Raya,SH usai pelaksanaan kegiatan mengatakan, Kamis (25/7/2019) bahwa, kegiatan tersebut dilaksanakan bersama dinas terkait yang membidangi tugas berkaitan dengan prinsip pengamanan kesehatan, keselamatan lingkungan (K3L) terhadap produk-produk dan jasa yang diedarkan dan dijual kepada konsumen.

Dirinya menerangkan, “Pengendalian terhadap perizinan yang harus dimiliki oleh setiap pelaku usaha dalam mengusahakan atau mendistribusikan produk tersebut. Kegiatan ini dilakukan dibawah yang membidangi perdagangan atau Dinas perdagangan kota Metro.

Ditambahkan nya, “Peraturan dari pelaksanaan pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol dengan dasar peraturan Daerah nomor nomor 07 tahun 2008 dan surat keputusan Walikota Metro serta peraturan menteri perdagangan RI nomor : 20/M-DAG/ Per/4/ 2014 tentang pengendalian dan pengawasan peredaran minuman beralkohol. Hal tersebut dengan melaksanakan kententuan pasal 9 peraturan presiden nomor 74 tahun 2013,” ujar Denny Ferdinan Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Metro.

Dikesempatan yang sama, Plt.Sekretaris Sat Pol.PP Kota Metro Yosep Nanotaek,S.STP,.MH pada Rabu malam(24/7), mengatakan “Team gabungan untuk pembenahan mengenai administrasi perizinan dan sebagainya dari itu kami bersama team Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan kota Metro dan kami Sat.Pol.PP sendiri, kami sudah tiga hari dan ini malam ke 4(empat) yang terakhir, melakukan pembinaan kelengkapan dokumen terutama izin untuk penjualan minuman beralkohol, dan ini sesuai dengan Perda nomor 07 tahun 2018 tentang peredaran minuman beralkohol, setiap warga atau masyarakat harus memiliki izin,” jelas Yosef.

Diungkapkan nya,”setiap minuman beralkohol yang bisa diizinkan dibawah 5 %(lima persen)
sedangkan untuk 5% keatas tidak di perbolehkan. Apabila diketemukan minuman yang melebihi batas ketentuan tersebut, akan kita lakukan pembinaan dan peringatan bahwa di kota Metro tidak di izinkan peredaran minuman beralkohol diatas 5 % (lima persen).

Berkaitan dengan pengawasan dan pembinaan dilakukan ialah,setiap konsumen yang menjual harus membuat laporan ke dinas perdagangan berapa jenis minuman yang dijual di tempat usaha nya seperti karaoke, hotel, cafe dan lainnya

“Selama tiga hari pelaksanaan kegiatan ini, hasil yang didapat oleh team, kami menemui beberapa masyarakat yang belum mengantongi izin penjualan minuman beralkohol. Seperti yang ada di salah satu tempat hiburan, sudah memiliki izin dari kementerian dan izin tersebut diberikan hanya untuk minuman 5% (lima persen) kebawah. Apabila ditemukan minuman beralkohol yang melebihi diatas dari 5%, dan sesuai prosedur akan kami berikan teguran terlebih dahulu secara tertulis, apabila tidak di indahkan akan kami proses secara hukum. harapan kami kepada masyarakat sebagai pelaku usaha, tidak menjual minuman beralkohol diatas 5% (lima persen),karena akan sangat menggangu generasi yang ada di kota Metro,” terang Plt.sekretaris Sat.Pol.PP Kota Metro Yosef Nanotaek.

Dikesempatan yang sama, Dinas Kesehatan kota Metro melalui Retno Idayanti,Skm bidang Tenaga kesehatan lingkungan dan kesehatan kerja olahraga menyampaikan, Untuk pengawasan minum beralkohol ini sangat perlu dikarenakan adanya tempat-tempat yang tidak memiliki izin menjual, tapi mereka tetap menjual minuman beralkohol tersebut.

“Bahwa Kami menemukan ada minimum beralkohol yang melampaui batas, kekwatiran kita disini berdampak rusak nyata generasi yang akan datang dengan hal-hal seperti itu,”ucap nya.

Dikatakan Retno, “apabila peredaran minuman beralkohol tersebut tidak ada, tidak mungkin mereka akan mencari dan mendapatkan minuman beralkohol itu. Disitulah kita harus tegas lagi mengawasi peredaran minuman keras ini. Kita dari Dinas kesehatan kota metro telah rutin melakukan sosialisasi melalui promosi kesehatan dilakukan Dinas kesehatan ke sekolah-sekolah, perkumpulan Pemuda-Pemuda pentingnya mengetahui dampaknya terhadap minuman keras yang beralkohol melebihi diatas ketentuan,”pungkas Retno Idayanti. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here