Paripurna Penyampaian Raperda APBD Waykanan Tahun 2020

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (RAPERDA) Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Waykanan, Selasa (23/7/2019) berlangsung di Ruang Rapat Utama DPRD Waykanan.

Wakil Bupati Edward Antony pada Rapat Paripurna tersebut menyampaikan, atas nama Pemerintah Kabupaten Waykanan terima kasih dan penghargaan kepada DPRD yang telah berkenan mengagendakan Rapat Paripurna ini.

Sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah, pemerintah daerah mempunyai kewajiban melaksanakan tahapan-tahapan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, dimulai dari penyusunan KUA dan PPAS yang mana telah kita sepakati bersama pada beberapa pekan lalu, sampai dengan Pengesahan Raperda tentang RAPBD menjadi Perda APBD.

“Sebagai gambaran uraian ringkasan APBD Tahun Anggaran 2020 dapat kami sampaikan sebagai berikut,” terang Wakil Bupati Waykanan ini.

1. Pendapatan
Struktur Pendapatan dalam RAPBD Tahun Anggaran 2020 meliputi Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Secara total pendapatan RAPBD 2020 direncanakan sebesar Rp.1.501,437 Milyar.

Secara rinci kontribusi total pendapatan dalam RAPBD tahun 2020 berasal dari Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Kontribusi yang berasal dari Pendapatan Asli Daerah direncanakan sebesar Rp.58,8 Milyar yang diperoleh dari Pajak Daerah sebesar Rp.20,4 Milyar, Retribusi Daerah sebesar Rp.2,132 Milyar, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah sebesar Rp.4,6 Milyar dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah sebesar Rp.31,668 Milyar.

Dana Perimbangan tahun 2020 secara total direncanakan sebesar Rp.1.071,396 Milyar yang terdiri dari Bagi Hasil Pajak sebesar Rp.33,2 Milyar, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp.738,367 Milyar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp.299,829 Milyar.

Komponen lain yang ikut andil dalam membentuk kontribusi terhadap Pendapatan dalam RAPBD 2020 yaitu yang berasal dari pendapatan Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah sebesar Rp.371,241 Milyar yang terdiri dari Pendapatan Hibah sebesar Rp.53,396 Milyar, Dana Bagi Hasil Pajak dari Propinsi sebesar Rp.121,095 Milyar, dan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus sebesar Rp.196,750 Milyar.
2. Belanja
Struktur Belanja dalam RAPBD Tahun 2020 mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Permendagri Nomor 33 Tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan APBD 2020.
Struktur belanja terbagi dalam dua yaitu belanja tidak langsung dan belanja langsung. Belanja tidak langsung meliputi Belanja Pegawai, Belanja Bunga, Belanja Subsidi, Belanja Bantuan Sosial, Belanja Hibah, Belanja Bagi Hasil Keuangan, Belanja Bantuan Keuangan, Belanja Tak Terduga, kemudian untuk belanja langsung terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, serta Belanja Modal.

Secara umum pada RAPBD Tahun 2020 belanja daerah dialokasikan sebesar Rp.1.466,856 Milyar. Alokasi ini terdiri dari Belanja Tidak Langsung sebesar Rp.853,517 Milyar yang tersebar pada alokasi belanja pegawai sebesar Rp.505,596 Milyar, Belanja Bunga sebesar Rp.4,725 Milyar, Belanja Hibah Rp.54,568 Milyar, Belanja Bantuan Sosial Rp.4,7 Milyar, Belanja Bagi Hasil Rp.2,450 Milyar, Belanja Bantuan Keuangan Rp.280,478 Milyar, dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp.1 Milyar.

Sedangkan Alokasi untuk Belanja Langsung sebesar Rp.613,339 Milyar meliputi alokasi Belanja Pegawai sebesar Rp.17,132 Milyar, Belanja Barang dan Jasa sebesar Rp.353,859 Milyar serta Belanja Modal sebesar Rp.242,348 Milyar. Dengan demikian RAPBD tahun 2020 mengalami surplus sebesar Rp.34,581 Milyar.

3. Pembiayaan
Sebagaimana diuraikan di atas, surplus anggaran sebesar Rp.34,581 Milyar akan digunakan untuk menutupi kekurangan pembiayaan. Hal ini sesuai dengan struktur pembiayaan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah meliputi penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.

Dari sisi penerimaan pembiayaan dianggarkan sebesar Rp.18 Milyar, yang bersumber dari perkiraan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Sebelumnya sebesar Rp.18 Milyar. Sedangkan dari sisi pengeluaran pembiayaan dianggarkan sebesar Rp.52,581 Milyar, yang dialokasikan untuk Penyertaan Modal Investasi Pemerintah sebesar Rp.3 Milyar dan Pembayaran Pokok Utang sebesar Rp.49.581 Milyar.

Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2020 yang disusun secara nyata dengan memperhatikan analisa terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan yang berlaku saat ini. Oleh karena itu RAPBD 2020 dengan rasional dan estimasi optimis dapat dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Way Kanan.

“Kami sangat menyadari dalam menyusun program dan kegiatan dalam Rancangan Perda tentang APBD tahun 2020 ini masih terdapat kekurangan, namun kami berharap kepada para pimpinan dan anggota dewan yang terhormat dapat memberikan masukan, saran dan kritik yang membangun sehingga tercipta hasil yang lebih baik.” Tutupnya. (Tayib)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here