Polsek Wonosobo Tanggamus Tangkap Pelaku Pencurian

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Polsek Wonosobo Tanggamus berhasil menangkap pelaku pencurian dengan kekerasan bermodus penjambretan berinisial DS (15) warga Kecamatan Kota Agung Barat dan AK (16) warga Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus.

Kapolsek Wonosobo Iptu. Amin Rusbahadi, S.Sos, MM mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Hesmu Baroto, SIK, MM mengungkapkan, para peralu ditangkap pada hari Rabu 17 Juli 2019 sekira pukul 3.00 WIB di rumahnya masing – masing.

“Penangkapan berdasarkan laporan , tanggal 26 Juni 2019, pelapornya Eka Martuti, warga Dusun Tulung Langok Pekon Kota Agung, Kecamatan Kota Agung Tanggamus,” kata Kapolsek. Kamis (18/7/2019).

Kronologis kejadian, korban dibonceng temannya Ana Septiana dari Kota Agung hendak menuju ke Wonosobo, namun dalam perjalanan tepatnya di jalan raya Pekon Bandar Kejadian Kecamatan Wonosobo tiba – tiba mereka dipepet para pelaku memakai seragam SMP. Saat beraksi para pelaku memepet sepeda motor korban dari sebelah kiri menggunakan sepeda motor merek Honda Beat warna abu – abu metalik tanpa nomor Polisi, selanjutnya tersangka langsung merampas dengan cara menarik tas selempang di bahu kiri korban.

Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa tas warna hitam berisi satu unit ponsel merek oppo A 57 warna emas dan uang tunai sebesar Rp 100.000, total kerugian dialami korban sekitar Rp 3 juta. Barang Bukti (BB) berhasil diamankan dari kedua tersangka satu unit sepeda motor merek Honda tipe Beat Street warna abu – abu metalik tanpa nopol yang digunakan tersangka dan satu unit ponsel merek oppo A57 warna emas berikut satu kotak ponsel.

“Kedua tersangka terlibat pencurian dengan kekerasan dilakukan anak di bawah umur. Untuk tindakannya diatur pasal 365 KUHPidana dan penanganannya sesuai UU RI nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak,” ucap Kapolsek.

Hasil pemeriksaan terhadap DS dan AK, keduanya sudah beberapa kali melakukan penjambretan dan beraksi bersama teman – teman lainnya. Untuk DS pernah melakukan lima kali tindak pidana penjambretan, pertama kasus baru terungkap dengan korban Eka Martuti. Kemudian di Bandar Lampung sekitar bulan April 2018 dengan barang diambil satu ponsel merek oppo A37 warna merah muda, tersangka beraksi bersama temannya inisial GN menggunakan sepeda motor merek Suzuki Satria FU warna merah.

Selanjutnya kedua tersangka beraksi di Kecamatan Gading Rejo Kabupaten Pringsewu sekitar April 2018, masih beraksi bersama GN mendapat barang dari korban satu ponsel oppo A71 warna hitam serta uang tunai Rp 300.000, kedua tersangka menggunakan sepeda motor Suzuki Satria FU warna merah.

Lokasi keempat kedua pelaku beraksi di Pekon Way Gelang Kecamatan Kota Agung Barat sekitar bulan Mei 2019 dan BB berhasil diambil dari korban berupa uang tunai sebesar Rp 700.000. Tersangka beraksi dengan temannya inisal RZ menggunakan sepeda motor merek Honda Beat warna hitam.

Lokasi kelima di Kuburan Cina, Pekon Fajar Isuk Kabupaten Pringsewu sekitar bulan November 2017. Barang berhasil diambil dari korban uang tunai Rp 400.000. Tersangka beraksi bersama temannya inisal GN menggunakan Sepeda Motor Satria Fu warna merah.
Sedangkan untuk tersangka AK sudah beraksi empat kali penjambretan, pertama dengan korban Eka Martuti.

Sebelum itu beraksi di jalan Raya Pekon Way Liwok, Kecamatan Wonosobo sekitar bulan Juni 2019. Barang berhasil didijambrer satu ponsel merek Samsung J1 prime warna silver. Tersangka beraksi bersama temannya inisial RZ menggunakan sepeda motor Satria Fu warna merah. Ketiga di jembatan Way Awi, Pekon Kandang Besi Kecamatan Kota Agung Barat sebelum puasa. Barang diambil dari korban berupa tas berisi uang sebesar Rp 200.000. Pelaku bekerja bersama dengan temannya inisial AJ menggunakan sepeda motor Honda Beat warna merah.

Keempat di Jalan Raya Pekon Way Gelang, Kec Kota Agung Barat pada Juni lalu sesudah lebaran. Barang berhasil diambil dari korban satu unit ponsel merek oppo A37 warna silver. Tersangka bersama AJ menggunakan sepeda motor Honda Beat warna biru putih.

“Kedua pelaku menuturkan uang hasil kejahatan digunakan untuk berfoya – foya membeli narkoba jenis sabu – sabu,” ujar Kapolsek. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here