Pria 24 Tahun Ditemukan Gantung Diri Dalam Kamar Rumah

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Angga Opramecito pria (24) ditemukan tengah tergantung di dalam kamarnya, tepatnya di Dusun Suka Damai Pekon Suka Maju Kecamatan Ulu Belu, Tanggamus. Selasa (18/6/2019) sore.

Pertama kali menemukan korban adalah Sri Urlinda (45) Ibu kandung nya, itupun diketahui saat ibu nya mendengar suara orang sedang tercekik dari arah kamar anaknya (korban), sekitar pukul 17.00 WIB. Lantaran merasa penasaran lalu sang Ibu beranjak menuju kamar sumber suara tersebut.

Setibanya di dalam kamar terkejut melihat anaknya dalam keadaan tubuh tergantung, seketika itu juga sang Ibu langsung teriak minta tolongan untuk memotong kawat terikat dileher korban karena terlihat masih bernafas namun ngorok. Setelah pihak medis memberikan pertolongan oksigen, tidak lama kemudian korban menghembuskan nafas terkahir.

Kapolsek Pulau Panggung Tanggamus AKP. Budi Harto, SH mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Hesmu Baroto, SIK, MM mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis pada bagian leher korban ditemukan adanya bekas jeratan bentuknya mengelilingi leher.

Kemudian di alat vital korban tidak ditemukan adanya sperma dan anus tidak ditemukan adanya feses, sebab pada saat ditemukan korban masih hidup dan bernapas walaupun sudah ngorok.

“Berdasarkan keterangan tim medis, melihat tanda – tanda di temukan ditubuh korban murni meninggal dunia karena gantung diri, dikuatkan tidak ada tanda kekerasan ditemukan ditubuhnya,” kata Kapolsek. Rabu (19/6/2019) pagi.

Selanjutnya berdasarkan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP), ditemukan seutas kawat tergantung di kayu balok ketinggian sekitar 2 meter diatas tempat didur di dalam kamar, menurut saksi disitulah posisi korban pertama kali ditemukan tergantung.

Tindakan Kepolisian dilakukan selain melaksanakan olah TKP dan identifikasi korban, juga meminta keterangan saksi dan mengamankan barang bukti.

“Lantaran keluarga masih berduka, untuk motif korban nekat gantung diri belum dapat diketahui,” kata nya.

Atas peristiwa tersebut pihak keluarga menerima dengan ikhlas karena merupakan musibah, sehingga menolak untuk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan bermaterai.

“Tadi malam, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga, selanjutnya pagi hari tadi dimakamkan di pemakaman umum Pekon Suka Maju,” ujar nya. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here