Diduga Gunakan Ijazah Palsu, Caleg PAN Lampura Disoal

0
0

LAMPUNGPAGI.NET — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) belum mengambil sikap terkait dugaan penggunaan ijazah palsu oleh kadernya yang lolos sebagai anggota terpilih DPRD Lampura pada Pemilu Legislatif 2019.

Persoalannya baru sebatas dugaan yang masih harus diuji kebenarannya. Namun jika kemudian ternyata benar dan telah memperoleh keputusan pengadilan yang sifatnya inkrach (tetap), DPD PAN akan mengambil langkah kongkrit, dikarenakan pemalsuan dokumen merupakan tindak kriminal yang ancaman hukumannya 6 tahun.

“Aturanya memang begitu, jika sanksi dari perbuatan atau pidananya lebih dari 5 tahun, ya harus diberhentikan!” Jelas Suwardi, Wakil Ketua DPD PAN Lampung Utara, Jum’at (14/6/2019).

Sementara dugaan Ijazah Strata 1 palsu atas nama Anton Sudarmono caleg PAN terpilih dari Daerah Pemilihan III Kabupaten Lampung Utara ini mendapat tanggapan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat. Dimana KPUD Lampura menyerahkan sepenuhnya masalah itu terhadap proses hukum.

“Jika dugaan ijazah palsu, dilaporkan kepada yang berwajib. Sebab, pada prinsipnya tugas KPUD Lampura sudah selesai. Ketika kemudian muncul persoalan, ya silahkan saja, apabila persoalan tersebut dibawa keranah hukum. Kita akan tunggu keputusan yang sifatnya inkrach (tetap), baru akan mengambil langkah-langkah,” terang Ketua KPUD Lampura, Hi.Marthon, Jum’at (14/6/2019).

Marthon menerangkan, tidak ada kewajiban KPUD untuk melakukan verifikasi terhadap ijazah para caleg, kecuali ketika masa pengumuman ada keberatan dari masyarakat. “Waktu itu tidak ada keberatan dari masyarakat setelah kita umumkan daftar caleg. Karenanya kita tidak lakukan verifikasi ijazah yang bersangkutan.” Ujar Marthon.

Diberitakan sebelumnya, caleg terpilih dari Dapil III Kabupaten Lampung Utara dari PAN atas nama Anton Sudarmono diduga menggunakan ijazah S1 palsu. Anton yang ketika mendaftarkan diri sebagai caleg mempergunakan ijazah Sarjana Ekonomi dari Universitas Darul Ulum Jombang, namun ketika ditelusuri ijazah tersebut diragukan keabsahannya.

Digunakannya ijazah yang diduga palsu dalam proses pencalegkan itu diketahui setelah Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampung Utara menemukan sejumlah kejanggalan. Ijazah tersebut ternyata tidak terdata pada Kementerian Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi, Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi Wlayah II.

Atas dugaan pemalsuan tersebut, akan dilaporkan kepada aparat berwenang. “Kita akan laporkan masalah ini kepada Polres Lampura, dengan tuduhan pemalsuan dokumen. Kita juga akan sampaikan laporan kepada Bawaslu dan KPU, agar menunda penetapan yang bersangkutan sebagai caleg terpilih. Kemudian jika terbukti ijazah tersebut palsu yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkannya secara hukum,” ujar Ketua Perwakilan Aliansi Pemuda Pemantau Pemilu Dapil III Lampura, Reza Ariyanto.

Sementara itu Anton Sudarmono yang dihubungi via Handphone nya enggan menjelaskan masalah dugaan ijazah palsu tersebut. Justru Anton menantang untuk bertemu di Bandar Lampung. “Kita ketemu di Bandar Lampung ya! Tempat saya kuliah. Apa, apa kamu ini!” Ujarnya dengan nada tinggi seraya menutup sambungan komunikasi nya. (Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here