LIPAN Soroti Gudang Wings Buang Limbah Sembarangan

0
4

LAMPUNGPAGI.NET — Ketua DPD LSM LIPAN Lampung Utara (Lampura) Mintaria Gunadi soroti aksi pembuangan sampah yang dilakukan Gudang Wings yang terletak Jalan Lintas Sumatera, Kali Balangan Kecamatan Abung Selatan Kabupaten Lampura.

Menurut Gunadi, semestinya perusahaan harus menyiapkan pengelolaan sampah sendiri atau membuangnya di TPA (Tempat Pembuangan Akhir), namun aksi pembuangan limbah sampah gudang Wings itu, dilakukan ataupun dibuang ditengah-tengah pemukiman penduduk seperti dipinggir jalan Gang Otong Desa Kembang Tanjung Kecamatan Abung Selatan.

“Masyarakat sudah saya himbau agar tidak memunguti barang limbah dari gudang Wing seperti Sabun Mandi, Diterjen, Pasta Gigi, Sampo, yang telah rusak dan expair (kadaluarsa), tapi masyarakat tetap silih berganti berdatangan, bahkan warga dari luar desa pun terus berdatangan memunguti limbah sampah tersebut,” kata Gunadi, kepada media ini. Sabtu (25/5/2019).

Masih menurut Gunadi, dengan adanya sampah tercecer di seputaran lingkungan rumah masyarakat, tentunya nanti akan berdampak pada lingkungan hidup dan pencemaran udara karena bau busuknya yang menyengat, sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat setempat.

“Tentunya ini akan berdampak pada kesehatan masyarakat untuk itu saya meminta kepada Polres Lampung Utara agar dapat serius menangani beberapa hal pokok yang diduga telah dilalaikan oleh pihak perusahaan,” tegasnya.

Lebih dalam, pria yang berdomisili di Desa Kembang Tanjung Kecamatan Abung Selatan ini memaparkan sejumlah aturan yang telah dikangkangi oleh perusahaan tersebut yakni undang-undang nomor 32 Tahun 2009 Bab III, Bagian Kedua Pasal 59 menyebutkan bahwa Pengelolaan limbah B3 wajib mendapatkan izin dari Menteri, Gubernur, Wali Kota/Bupati sesuai dengan kewenangannya.

Adapun limbah B3 meliputi, limbah yang memiliki karakteristik seperti yang dijelaskan dalam Lampiran III Konvensi Basel, yaitu mudah meledak, cairan/padatan mudah terbakar, beracun, berbahaya terhadap lingkungan dan dapat menyebabkan infeks.

Kemudian limbah yang memiliki karakteristik seperti yang dijelaskan dalam Lampiran I Konvensi Basel, yaitu limbah medis, limbah yang mengandung campuran minyak bumi atau hidrokarbon, limbah dari produksi/formulasi/penggunaan resin/latex, limbah dari pengolahan logam dan plastik.

Selanjutnya limbah dari buangan industri dan limbah yang mengandung senyawa tertentu seperti timbal, air raksa, kadmium, tembaga, dan lain-lain.

“Sesuai undang-undang 32 Tahun 2009 Paragraf (5) terkait Hak Gugat, jadi masyarakat berhak mengajukan gugatan apabila terdapat dan berakibat pada kerusakan lingkungan hidup, meski belum ada korban lebih baik kita mencegahnya,” pungkasnya.

Mengakhiri komentarnya, Gunadi mengingatkan sesuai aturan tersebut, dalam pasal 99 diantaranya menyebutkan akibat kerusakan lingkungan hidup, maka dapat dikenakan sanksi pidana penjara selama satu tahun dan paling lama tiga tahun, serta denda paling sedikit Rp. 1 milyar dan atau paling banyak Rp. 3 milyar. (Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here