Tiga Berkas Perkara Pidana Korupsi Pungli ADD Diserahkan ke Kejari

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Tiga berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi pemerasan dalam jabatan pungutan liar (pungli) anggaran dana desa (ADD) berikut barang bukti (BB) sekaligus diserahkan ke Kejaksaan Negeri Tanggamus. Selasa (7/5/2019) siang.

Ketiga tersangka, yakni IW (52), MS (47) dan SF (41) seluruhnya berprofesi Kepala Pekon nonaktif sekaligus sebagai pengurus Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung Tanggamus. Perkara ini terjadi pada tahun 2017 lalu.

Kasat Reskrim AKP. Edi Qorinas, SH, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP. Hesmu Baroto, SIK, MM, mengungkapkan bahwa berkas ketiga tersangka dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Agung.
Berkas perkara sudah P21 sesuai dengan ketentuan pasal 8 ayat 3 (b), pasal 138 ayat (1) dan pasal 139 KUHAP, penyidik menyerahkan tanggungjawab tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan untuk dilimpahkan ke Pengadilan.

“Berkas ketiga tersangka sudah diterima Jaksa Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Tanggamus,” kata Edi Qorinas.

Sebelumnya ketiga tersangka ditangkap Polres Tanggamus secara berturut – turut tahun 2017 lalu. Berawal dari operasi tangkap tangan (OTT) pada hari Jum’at, 18 Agustus 2017 pukul 14.00 WIB, diamankan dikediaman tersangka SF di Pekon Binjai Wangi Kecamatan Pugung Tanggamus.

Dalam kasus tersebut SF berperan sebagai pengepul potongan DD, ditarik dari para kepala pekon di bawah APDESI Kecamatan Pugung. Besaran potongan DD sebesar Rp 7,5 juta/pekon. Adapun BB sudah diamankan uang tunai Rp 75,5 juta.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap SF juga sebagai Bendahara Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kecamatan Pugung, akhirnya menetapkan dua tersangka baru. Keduanya, yakni IW merupakan Ketua APDESI (Pugung) sekaligus Kepala Pekon Banjaragung Ilir. Lalu Sekretaris APDESI, MS (47) dan Kepala Pekon Tiuh Memon.

“Penetapan terhadap kedua tersangka baru merupakan hasil pengembangan penyidik kemudian dituangkan dalam gelar perkara. Kamis (24/8/2017),” kata Edi Qorinas.

Menurut Kasat, titik berat penetapan tersangka terhadap IW dan MS, adalah peranan mereka secara sah dan terbukti bersalah bersama – sama melakukan praktik pungli terhadap DD. Hasil pemeriksaan penyidik dikonfrontasi dengan keterangan SF dalam penyidikan, muara perkara pungli ini mengarah pada Ketua dan Sekretaris APDESI Kecamatan Pugung.

Ketiga tersangka sebagaimana dimaksud dalam pasal 12 huruf e Jo pasal 11 UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 20011 tenrang Pemberantasan TP Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana. Ancaman minimal 4 tahun maksimal 20 tahun penjara.

“Lantaran di Tanggamus dan Pringsewu sudah terbentuk saber pungli, kami himbau kepada kepala pekon dan pemerintahan lain jika ada pemungutan uang harus ada dasar hukumnya,” himbau Kasad.

Berdasarkan data dihimpun, pelimpahan berdasarkan surat Kejaksaan Negeri Tanggamus terkait P21 ketiga tersangka tercatat dalam surat nomor : B-503/N.8.16/Fd.1/04/2019 tanggal 30 April 2019 atas nama tersangka Siti Fatimah.

Kemudian surat nomor B-504/N.8.16/Fd.1/04/2019 tanggal 30 April 2019 atas nama tersangka Muhammad Ali Sayid serta momor : B-505/N.8.16/Fd.1/04/2019 tanggal 30 April 2019 atas nama tersangka Indrawan. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here