Warga Datangi Bawaslu, Pertanyakan Kasus Dugaan Politik Uang

0
3
Jpeg
Jpeg

LAMPUNGPAGI.NET — Belum tuntas Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bandarlampung menyelesaikan kasus dugaan politik uang oleh Caleg Yety Harlisah yang saat ini masih dalam tahap pendalaman, kembali warga mempertanyakan kasus dugaan politik uang oleh Yusirwan yang juga Caleg dari PAN Provinsi Lampung.

Selasa, (23/4) sekira pukul 10.00 WIB, empat orang warga kembali mendatangi kantor Bawaslu Bandarlampung untuk mempertanyakan tindak lanjut kasus politik uang yang diduga telah dilakukan Caleg Yusirwan pada masa tenang, dimana menurut KS, Yusirwan justru melibatkan anggota PPL dan RT dalam membagikan APK dan uang kepada warga.

Diterangkan KS, kronologis kejadiannya pada tanggal 16 April sekira pukul 17.00 WIB di Kelurahan Pidada, Kecamatan Panjang, dimana Tim Caleg PAN Provinsi nomor urut 9 dari Dapil 1 Bandarlampung ini tertangkap oleh Panwascam Panjang bersama 2 orang anggota kepolisian yang namanya tidak diketahui.

Pada saat itu terang KS, Timses langsung dibawa ke Posko Yusirwan di Panjang dan di Posko tersebut ditemukan juga bukti-bukti berupa tumpukan dus yang berisikan gelas 4 buah, kartu nama Yusirwan dan amplop berisikan uang Rp150.000, yang siap didistribusikan ke warga yang memiliki hak pilih.

Namun ternyata kasus tersebut hingga saat ini tidak ada tindak lanjutnya, warga menduga bahwa kasus itu telah diselesaikan dengan damai baik oleh pihak kepolisian maupun Panwascam, bahkan beredar kabar Yusirwan telah mengeluarkan uang jutaan rupiah agar masalah itu tidak berlanjut.

“Infonya Yusirwan telah dimintai uang Rp30 juta, makanya pada hari ini (22/4-red) kami berempat mewakili warga datang kesini (kantor Bawaslu-red) untuk menanyakan tindak lanjut kasus tersebut. Kenapa proses di Bawaslu tentang penangkapan itu tidak ada tindak lajutnya,” terang KS.

Dia juga menyampaikan, bahwa jika kasus ini tidak berlanjut, berarti antara Yusirwan, Panwascam dan oknum polisi disinyalir turut serta merusak warga dengan membiarkan tindakan politik uang oleh Yusirwan kepada masyarakat secara masif dan tersistematik.

Karena menurut dia, hampir semua warga di setiap kelurahan memperoleh 4 buah gelas dalam dus yang berisikan kartu nama dan uang sebesar Rp150  ribu untuk mencoblos Caleg Provinsi dari PAN nomor urut 9 ini.

“Mau jadi apa negeri ini nanti kalo pelanggaran ini dibiarkan terjadi! Sebab satu periode bapak Yusirwan duduk di DPRD Kota Bandarlampung tidak melakukan apa-apa, hanya memperkaya diri sendiri,” tegas KS.

Sementara Ketua Bawaslu Kota Bandarlampung, Candrawansyah menegaskan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan pelimpahan kasus pelanggaran Pemilu oleh pihak Panwaslu Kecamatan. Pihak Bawaslu Kota baru mendapat kabar adanya politik uang yang dilakukan Calon Legislatif.

“Ya, kita di Bawaslu Kota Bandarlampung memang telah mendapatkan informasi berkaitan dengan adanya Caleg yang melakukan poltik uang pada tanggal 16 kalau tidak salah. Nah, ini, lagi kami dalami, kami telusuri, investigasi untuk memperdalam alat bukti, sehingga bisa membuktikan caleg tersebut telah melakukan politik uang,” terang Ketua Bawaslu.

Candrawansyah juga menerangkan, telah memerintahkan pihak Panwascam untuk memanggil saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti lain, sehingga kasus tersebut dapat diproses sesuai aturan, dan jika ada dugaan pidana Pemilu, Bawaslu akan berkoordinasi dengan pihak Gakumdu. (Khairil Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here