Turunkan Angka Kesakitan Puskesmas Metro Pusat Beri Penyuluhan TBC

0
4

LAMPUNGPAGI.NET — Hari Tuberkulosis (TBC) sedunia yang diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun nya.Dalam Rangka Hari TB tersebut, Puskesmas Metro pusat melalui Oke TB berkolaborasi dengan TBC Care Aisyiyah kota Metro melaksanakan kegiatan grebek pasar TB Day bertujuan memberikan penyuluhan TBC, pembagian masker, leaflet dan penjaringan suspect TBC kepada Masyarakat kota Metro.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Program TBC melalui pengembangan inovasi Oke TB puskesmas Metro pusat untuk cakupan lebih luas yang berkolaborasi dengan TB Care Aisyiyah kota Metro dan lintas sektoral.

Kepala Puskesmas Kota Metro, Daniel,S.Km.,M.Kes saat di wawancarai media lampungpagi.net Menyampaikan kita mempunyai inovasi dengan kegiatan tersebut dari jauh hari dan alhamdulillah gayung bersambut dari TB Aisyiyah kota Metro.

“Kita melaksanakan kegiatan grebek pasar berkolaborasi bersama TB Care Aisyiyah kota Metro melakukan penyuluhan TBC kepada masyarakat, membagikan masker, dan leaflet. Intinya kegiatan ini bisa menunjang kegiatan-kegiatan TB kita dengan capaian lebih berhasil lagi. Karena dengan inovasi ini menjadi percontohan untuk puskesmas lainnya bahwa inovasi ini sangat bagus. Utamanya inovasi ini menjadi tanggung jawab kita bersama,” jelas nya.

Daniel menerangkan OKE TB yang kita punya adalah Inovasi Observasi,Kunjungi,dan eliminasi Turbokulosis dengan sudah bekerjasama (MOU) semua bersama dokter praktek swasta, rumah sakit swasta yang ada di puskesmas Metro, dan di puskesmas Metro banyak sekali dokter swasta karena kita berada di wilayah perkotaan dengan begitu dapat menjaring suspect yang ada,” ungkap kepala Puskesmas Metro pusat.

Ns.Andin Atmini,S.Kep pengelola TBC Puskemas Metro disaat yang sama mengatakan Grebek pasar dalam Rangka TB Day, Hari Turbukulosis sedunia menjadi agenda rutin.

“Puskesmas Metro mempunyai program pengembangan inovasi yaitu Oke TB dan melaksanakan grebek pasar berkolaborasi dengan TB Care Aisyiyah kota Metro bersama lintas sektoral Dinas perdagangan kota Metro dalam rangkaian nya ialah grebek pasar,” Ujar Andin.

Selain itu dia menambahkan, pengertian dalam OKE TB itu adalah Observasi daerah-daerah yang beresiko TB serta melihat kantong-kantong TBC dengan kategori penderita TBC yang jumlah nya banyak sekali.

“Seperti di ketahui, TBC sangat mudah menular dan sangat cepat melalui batuk, bersin. Jika tidak di obati akan menyebabkan kematian, dan di observasi lah daerah-daerah atau kantong-kantong TBC, daerah terkonsentrasi seperti di sekolah tempat pendidikan dan daerah padat penduduk. Selanjutnya untuk K nya adalah kunjungi yang tadi O nya adalah Observasi dari kata OKE TB di maksud,” jelas nya.

Andin atmini juga menerangkan kunjungi dari daerah-daerah observasi sebagi aplikasi nya.

“Dilakukan pemeriksaan di daerah Observasi, apabila ada yang batuk disitu kita ambil sampel dahak nya kita periksa di puskesmas dengan identitas nya berikut nomor handphone nya, dari hasilnya apabila positif kita hubungi yang bersangkutan untuk di obati.

Selanjutnya untuk E nya dari OKE TB ialah Eliminasi sebagimana isu nasional tahun lalu tiga program diantaranya TBC, Stunting, imunisasi dan disini kami melakukan pemberantasan TBC dikarenakan indikasi nya kota Metro darurat TBC dengan penderita nya sudah banyak,” jelas nya.

Dia menerangkan, penderita TBC di kota Metro jumlah nya sebanyak 145 orang pasien dari data puskesmas, dokter praktek mandiri dan rumah sakit swasta pada tahun 2018 yaitu pasien TBC paru, maupun TBC anak dengan itu kita ada upaya eliminasi. Dan utama nya grebek pasar ini dari inovasi OKE TB untuk mengatasi masalah yang ada dengan menurunkan angka kesakitan. Selain itu kegiatan grebek pasar tersebut sebagai daya ungkit angka cakupan TBC di kota Metro khususnya puskemas Kota Metro,”terang nya.

Grebek pasar berkolaborasi dengan TB Care Aisyiyah dengan membagikan leaflet dan masker, “Alhamdulillah ada kerjasama yang baik dengan tujuan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat, apabila masyarakat sudah faham dan mengerti akan timbul kesadaran memeriksakan kesehatan apabila batuk dan menggunakan masker apabila sedang batuk supaya tidak menular dan penyuluhan TBC juga dari kader TB Aisyiyah dan bekerjasama dengan TB Puskesmas Metro. Dan juga kita isi kegiatan tersebut dengan adanya PTM yang merupakan deteksi gula darah, diantaranya diabetes, hipertensi agar masyarakat memeriksakan kesehatan nya kemudian kami lakukan penyuluhan TBC,” pungkas Andin. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here