Tuntaskan Reformasi ’98, Lawan Korupsi dan Otoritarianisme

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Inti reformasi ‘98 adalah perlawanan terhadap korupsi dan otoritarianisme yang saat itu sangat memprihatinkan. Saat ini lebih dua puluh tahun sejak reformasi 98, ternyata kita kembali berhadapan dengan situasi yang dalam beberapa hal nyaris sama.

Saat ini korupsi semakin merajalela, bahkan dapat dikatakan ibarat kanker yang sudah stadium 4. Sejak 2014 hingga saat ini KPK telah melakukan OTT terhadap setidaknya 32 kepala daerah, bahkan 15 Maret 2019 lalu, KPK menangkap ketua parpol besar dengan tuduhan jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Di sisi lain kami melihat adanya kecenderungan menguatnya otoritarianisme. Ada kesan yang kuat bahwa kebebasan menyampaikan pendapat kini mulai terancam. Hukum kerap dianggap hanya tajam ke mereka yang berseberangan dengan penguasa, tetapi tumpul ke mereka yang mendukung penguasa.

Kami tidak bisa berdiam diri menghadapi situasi ini, harus ada perubahan agar nilai-nilai reformasi ‘98 bisa kembali ditegakkan. Pemilu 17 April nanti adalah momen untuk mewujudkan perubahan. Kami menyerukan kepada rakyat untuk mengedepankan hati nurani, pilih pemimpin yang benar-benar mampu mencegah dan melawan korupsi, serta tidak bersikap otoriter dengan mengkriminalisasi lawan politik.

Jakarta, 28 Maret 2019

Syah Dinihari, Habiburokhman, Sangap Surbakti, Victor Da Costa, Jamaal Kasim, Agustian Nealpu, Bambang Priyono, Munathsir Mustaman, Temy Adi Haryanto, Maulana, Bhayu Arie Wibowo, Tomi Supriyadi, Ricky Tamba, Herdiansyah Dkk. (Ricky Tamba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here