Rumah Sakit ini Persulit Pasien dengan Terapkan Aturan Tak Jelas

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Keluhan keluarga pasien terhadap RSUD Ahmad Yani Kota Metro kembali terjadi, pasalnya, pasien yang seharusnya mendapat tempat rawat inap ternyata di persulit oleh aturan yang disinyalir tidak jelas.

Hermanto selaku keluarga pasien, Rabu (27/3) mengatakan pihak RSUD Ahmad Yani tersebut terkesan membatasi kamar rawat inap terhadap pasien saat dirinya mengantarkan keluarga yang terkena penyakit DBD di rumah sakit itu.

“Saya nganter adik yang kebetulan tadi malam sakit yang di duga kena DBD, setelah mendaftar di ruang pendaftaran bagian Unit Gawat Darurat (UGD) dan memdapatkan penanganan pertama, terus mengurus administrasi ruangan, tetapi pada saat itu, yang seharusnya mendapat ruangan kelas 1 ternyata dikatakan oleh seorang petugas administrasinya ruangan kelas 1 penuh semua, dan akan kita tempatkan di kelas 2 yang berisikan tiga orang,” ucapnya.

Selanjutnya dikatakan herman, bahwa kamar yang masih kosong telah di pesan oleh oknum perawat di RS tersebut.

“Ada kamar kosong, untuk kelas 2 yang berisikan 2 orang, tapi kata bagian administrasi di bagian UGD, itu sudah di pesan oleh perawat di RS tersebut, akhirnya dengan cara marah dulu baru kamar tersebut boleh di tempati,” jelasnya.

Sementara menurut Gede, staf bagian administrasi UGD RSUD A. Yani menyatakan memang kamar tersebut sudah di pesan oleh perawat di rumah sakit ini.

“Iya, memang ada yang kosong kamar kelas 2A bagian Penyakit Dalam C, tetapi sudah di pesan oleh perawat disini, jadi kami tidak bisa memakainya, karena memang aturannya begitu,” ujarnya.

Selanjutnya menurut keterangan, salah satu staf di ruangan Penyakit Dalam C, bahwa kamar memang ada tapi sudah di boking oleh pihak lain.

“Memang ada kamar kelas 1 yang kosong, pasien baru keluar, tetapi ada pasien lain yang akan masuk, karena sudah di boking. Dan hal ini biasa terjadi disini,” pungkas gede. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here