Kurang Perawatan, Banyak Atap Bocor di RS Ahmad Yani Metro

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Atap ruang pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad Yani Kota Metro saat ini banyak mengalami kebocoran dan sangat mengganggu kenyamanan pasien.

Kebocoran atap sebelumnya terjadi di ruang bedah kelas 3B, kali ini ditemukan lagi atap bocor yang terjadi di ruang bedah kelas 3C rumah sakit tersebut.

“Waktu hujan pada selasa tengah malam lalu ada resapan air dari atap plafon. Dan membasahi lantai, sehingga kami malam-malam mengepel lantai yang basah itu,” ujar kelurga pasien yang dirawat diruang Bedah rumah sakit setempat, Kamis, (7/3/2019).

Selain resapan air akibat atap bocor yang ada diruang Bedah. Ruangan aula 2 pada perkantoran RSUD Ahmad Yani juga mengalami hal yang sama.

Terlihat ada beberapa titik bekas resapan air yang merusak cat dinding aula 2 yang kerap dijadikan tempat rapat jajaran rumah sakit setempat.

Kondisi tersebut, selain mengganggu kenyamanan pasien. Juga nampak jika ruangan yang kerap bocor jika turun hujan seolah kurang perawatan karena cat dinding mengelupas dan berjamur.

Sementara, dari pantauan dilapangan. Atap ruang Bedah kelas 3B yang mengalami kebocoran saat hujan, sedang dilakukan perbaikan.

Sangat disayangkan, saat akan dikonfirmasi dan ditemui Awak Media, Direktur dan Kepala Bidang yang berkaitan tidak ada ditempat.

“Direktur dan Kepala Bidang perencanaanya tidak ada, semuanya sedang takziah. Karena ada orangtua dokter yang meninggal,” ujar Hadi satpam RSUD Ahmad Yani Metro.

Sebelumnya Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Tondi MG Nasution meminta RSUD tidak bertele-tele dalam menangani masalah yang dapat menjadi keluhan, seperti atap bocor, lift tak berfungsi dan lain-lain.

Politisi Partai Golkar ini mempertanyakan penggunaan anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Ahmad Yani.

“Lebih kurang pendapatannya BLUD itu 80 sampai 90 Miliar pertahun. Masak iya tidak mempersiapkan anggaran rehab, ya tidak mungkinlah. Kalau itu sampai tidak ada anggaran pemeliharaan berarti sudah tidak benar. Karena itu kan untuk pelayanan, musim hujan begini gimana kalau atapnya jebol. Itulah gunanya anggaran pemeliharaan,” terang Tondi M.G Nasution Ketua Komisi II DPRD kota Metro. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here