Warga Keluhkan Rumah Sakit Tak Menerima Pasien Jampersal

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Miris dan memilukan potret kehidupan sosial di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubabar), dimana masih ditemukan keluarga kurang mampu atau hidup dibawah garis kemiskinan harus menelan pil pahit, dimana kartu Jaminan Persalinan (Jampersal) yang dimilikinya tidak dapat digunakan.

Hal ini terjadi di Tiyuh Candra Mukti, Kecamatan Tulangbawang Barat Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, dimana, Erna (28) salah seorang warga Tulangbawang Barat penerima Jampersal tak dapat menggunakannya saat kelahiran anak ketiganya pada 1 Maret 2019 oleh RS Harapan Bunda, Bandar Jaya, Kabupaten Lampung Tengah.

Saat akan melahirkan anak ketiga, Erna dibawa suami ke Ponet Muliasri, Kecamatan Tulangbawang Tengah. Setelah diperiksa, petugas Ponet merujuk dia ke RS Asifah di Daya Murni, terus dari Asyifa dirujuk ke RS Harapan Bunda Bandar Jaya, katanya, jantung anak ibu tidak beraturan, jadi harus segera dirujuk,” terangnya, Rabu (6/3/2019).

“Petugas poned memberikan saran rujukan ke RS Asifah, karena bisa pakai Jampersal. Tapi di RS Asifah, saya tidak bisa memakai Jampersal, harus bayar umum, katanya, karena tidak ada rujukan dari Poned Muliasri,” terang Erna kepada lampungpagi.net.

Selanjutnya masih kata Erna, petugas di RS Asifah memberi saran untuk segera dirujuk di RS Harapan Bunda di Bandar Jaya, Lampung Tengah, dan sebelum dirujuk pasien harus menyelesaikan administrasinya sebesar Rp925.690 dan harus dibayar malam itu juga, karena memakai juga jasa ambulan.

Direktur RS Asifah Edi Anwar saat dikonfirmasi lampungpagi.net menerangkan, pihaknya tidak mau mengambil resiko atas pasien yang tidak ada rujukan dari Puskesmas atau Ponet. Sementara Kepala Ponet Muliasri Dr. Edi Winarso menerangkan, surat rujukan dapat menyusul karena pasien dalam keadaan kritis.

Yang sangat disesali suami pasien, mengapa pihak RS Asifah justru memberikan rujukan ke RS Harapan Bunda yang tidak bisa menerima atau memakai program Jampersal, sementara untuk memakai jalur pasien umum drinya tidak memiliki kemampuan.

Erna yang berasal dari keluarga kurang mampu ini berharap Pemkab Tulangbawang Barat dapat membantu persoalan yang tengah dihadapinya tersebut (Rizky A Sony)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here