Bupati Apresiasi TNI Manunggal Membangun Desa di Waykanan

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 di Kampung Simpang Tiga, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Waykanan, 26 Februari 2019.

Bupati Raden Adipati Surya dalam sambutannya menyampaikan atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Way Kanan merasa bangga yang luar biasa karena tahun ini kembali dapat melaksanakan TMMD di Kabupaten Way Kanan, yang merupakan bagian operasi non-perang dalam rangka meningkatkan kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

TMMD ke-104 ini mengambil Tema “Melalui TMMD Kita Tingkatkan Kebersamaan Umat serta Semangat Gotong Royong Dalam Kehidupan Berbangsa Bernegara Guna Mewujudkan Ketahanan Nasional,” menurutnya sangat tepat dan menunjukan kesungguhan TNI terhadap bangsa ini demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan, dengan cara memupuk kebersamaan hidup berdampingan secara damai, walaupun berbeda-beda latar belakang adat istiadat, budaya dan agama.

“Saya yakin dalam kebersamaan dan kegotong royongan yang terus coba kita jaga dan kembangkan akan banyak kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan. Untuk mengatasi persoalan saat ini maupun persoalan yang akan datang, sudah saatnya kita torehkan karya-karya yang punya nilai kebaikan dan membahagiakan. Mari kita tuntaskan persoalan dengan solusi dengan tepat dan mencerdaskan.” terang dia.

Sebagaimana diketahui bersama, Program TMMD adalah sebuah program pembangunan bangsa yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral oleh beberapa komponen, yaitu Rakyat, TNI dan birokrat pemerintah serta lembaga kemasyarakatan. Oleh sebab itu kegiatan TMMD merupakan salah satu kegiatan pembangunan yang sangat strategis dan efektif. Hal ini dapat dilihat dari sisi pembangunan ekonomi, pertahanan keamanan, peningkatan rasa cinta tanah air dan menjaga keutuhan NKRI.

Pada sisi lain, pelaksanaan TMMD bermakna membangun kembali budaya gotong royong dan kebersamaan anak bangsa yang belakangan ini tampak semakin menipis yang kita sangat rasakan pada era global ini. Adanya fenomena-fenomena eksternal yang berpengaruh pada internal kita, seperti sifat individualisme, sifat yang mengutamakan kepentingan sendiri dan kurang peduli terhadap sesama.

Demikian pula pola hidup hedoisme dan konsumeriasme telah menggerogoti pola hidup sederhana, nilai-nilai agama serta nilai-nilai luhur bangsa. Dalam kondisi demikian, TMMD mempunyai arti dan peran strategis membangkitkan kembali kebersamaan, gotong royong serta nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur bangsa.
Dengan kembalinya semangat kebersamaan, gotong royong serta pola hidup berdasarkan nilai-nilai luhur bangsa, maka akan lahir rasa senasib seperjuangan dan pada saatnya akan mewujudkan kesejahteraan, keamanan dan ketenteraman yang akan mendorong meningkatnya persatuan dan kesatuan bangsa.

“Saya berharap kepada camat dan kepala kampung di lokasi kegiatan TMMD, kiranya dapat menggerakkan seluruh elemen masyarakat, selama pelaksanaan program TMMD, ciptakan kebersamaan antar warga. Perlu dipahami bahwa pada kegiatan TMMD ini, personil TNI hanyalah sebagai motivator untuk mendorong partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, saya berharap kepada seluruh masyarakat agar dapat membawa suasana kebersamaan, sehingga penyelenggaraan TMMD ini dapat berlangsung dengan lancar dan sukses.” Tutupnya. (Rizal/Tayib)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here