Bank BI Perwakilan Lampung Audensi dengan Bupati Tanggamus

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Bank Indonesia (BI) Perwakilan Lampung melakukan audiensi dengan Bupati Tanggamus di ruang rapat Bupati. Senin 11 Februari 2019.kemarin.Hadir dalam audensi Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, MM, Pj. Sekdakab Tanggamus Hamid H. Lubis, Asisten Bidang Ekobang Ir. FB Karjiyono, Kadis Perdagangan Zulpadli, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Prof, Dr, Soni Isnaini, Plt. Kepala Bapalitbang dan Camat Ulu Belu. Pihak BI perwakilan Lampung Budiharto Setiawan, Manajer Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan Tri Kurnia Ayu serta Asisten Manajer Bambang Wirawan.

Kepala Perwakilan Provinsi (KPw) BI Lampung Budiharto menyampaikan, BI memiliki program pengendalian harga atau nilai tukar rupiah. Salah satu faktor bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah adalah keberadaan komoditas kopi dari Tanggamus karena telah memiliki kapasitas export hingga ke manca negara. Kabupaten Tanggamus adalah salah satu produsen kopi terbesar di Lampung, bahkan ditingkat nasional, termasuk komoditas lainnya. Kerjasama pengembangan komoditas kopi dan komoditas lainnya, termasuk UMKM perlu dilakukan.

Diharapkan supaya kondisi tersebut terus terjaga bahkan meningkat. Pihak BI telah dan akan mendukung petani serta pelaku usaha di Tanggamus agar dapat lebih meningkatkan produktivitasnya.
BI telah memberikan bantuan terhadap kelompok wanita tani (KWT) Dewi Sinta dalam pengolahan kopi, memberikan bantuan ternak kambing burawa, bantuan alat serta pelatihan kepada pelaku usaha di Tanggamus.

“Semua itu dalam rangka menjaga stabilitas harga bahan pokok dan harga kurs, baik di level Provinsi maupun Kabupaten,” kata Budiharto.

Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, menyambut baik KPw BI Lampung bersilaturrahmi di Tanggamus dan berterima kasih atas upaya BI tersebut. Mudah – mudahan kerjasama tersebut dapat memotivasi petani dan pelaku usaha, khususnya UMKM untuk lebih maju. Dukungan dari BI terhadap pelaku usaha terus dilakukan dan ditingkatkan termasuk ada bantuan CSR atau bantuan lainnya.

“Kami berharap kedepannya harga komoditas bisa lebih tinggi dan kerjasama ini berkelanjutan, dharapkan
pelaku usaha tidak berdiri sendiri, termasuk merangkul kelompok wanita tani (KWT) lainnya,” kata Dewi. – (Irawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here