Wakil Bupati Tanggamus Resmikan Jembatan Gantung Way Umbar

0
0

LAMPUNGPAGI.NET — Wakil Bupati Tanggamus Hi. AM. Syafi’i resmikan jembatan gantung darurat Way Umbar penghubung Pekon (Desa) Umbar ke Pekon Suka Jaya, Pedukuhan Sukajadi, Sukamulya dan Gading Arum Kecamatan Kelumbayan Tanggamus. Sabtu (5/1).Lalu

Peresmian jembatan ditandai dengan pengguntingan pita. Fisik jembatan panjang 80 meter, dikerjakan dalam waktu 6 hari. Pengerjaan di kalukan Tim Vertical Rescue dibantu warga setempat pada tanggap darurat bencana lalu.

Pihak Vertical Rescue sudah membangun jembatan di Provinsi Lampung sebanyak 12, untuk se- Indonesia sebanyak 72 jembatan. Peresmian jembatan dikemas dalam acara do’a bersama.

Sebelum jembatan diresmikan, Wabup Syafi’i menyampaikan, apresiasi dan ucapan terima kasih kepada tim relawan Vertical Rescue dan tim relawan peduli lainnya beserta semua pihak karena telah berkontribusi membangun jembatan tersebut. “Saya harap masyarakat dapat memanfaatkan jembatan serta bisa menjaganya dengan baik,” kata Syafi’i.

Penggunaan jembatan hanya bisa dilalui 3 orang, dengan beban maksimal 300 kg, sementara sepeda motor dilarang melintas diatasnya, tujuannya supaya jembatan bisa terus berfungsi dan masyarakat wajib mentaati peraturan tersebut.

Wabup didampingi Camat Kelumbayan Bahroni, Sekretaris BPBD Maryani, Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Ari Yudha, Uspika Kelumbayan, Tim Relawan, serta Kepala Pekon dan tokoh masyarakat setempat dan dari berbagai unsur.

Usai meresmikan jembatan, Wabup bersama jajaran bergerak meninjau SDN 2 Umbar terkena dampak banjir. Bertepatan dengan masa liburan sekolah maka tidak ditemui aktifitas atau keberadaan dewan guru di sekolah tersebut.

Selain melihat kondisi fisik sekolah, juga melakukan hal unik ditujukan kepada para guru di sekolah, yakni dengan menuliskan pesan kepada para Guru melalui tulisan tangannya di papan tulis atau whiteboard sekolah.

Pesan tersebut, yaitu terus semangat ditengah keterbatasan fasilitas, edukasi anak – anak akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hutan, sungai dan lainnya. Pesanlainnya siswa dimotivasi untuk menumbuhkan solidaritas, soliditas, empati dan simpati. Setelah ikhtiar lalu tawakkal dan terus berdo’a, dan perhatikan kebersihan dilingkungan sekolah baik di dalam maupun luar ruang.(Irawan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here