Polres Metro Ungkap Komplotan Pengoplos Gas Elpiji

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Kepolisian Resort (POLRES)  Metro menggelar Konferensi Pers ungkap Kasus Pengoplosan tabung gas LPG (liquified Petroleum Gas) yang dilakukan komplotan pengoplos gas elpiji di kota Metro.Senin(10/12/2018)

Konferensi pers yang berlangsung di Halaman Mapolres Metro Senin (10/12) menghadirkan 3 tersangka berikut barang bukti. berdasarkan laporan masyarakat dengan laporan Polisi : LP/407-B /XII /2018/ LPG/Res Metro tanggal 06 Desember 2018.

Kapolres Metro AKBP.Ganda MH Saragih,S.Ik di Wakili Wakapolres Metro Kompol Listiyono Dwi Nugroho,S.H.,SIK didampingi Kabag Ops dan Kanit Tipiter Polres Metro terlihat hadir saat berlangsung Konferensi Pers.

Kapolres Metro Ajun komisaris Besar Polisi Ganda MH Saragih,S.Ik melalui Wakapolres Metro Kompol Listiyono Dwi Nugroho mengatakan,”Tim Reskrim Polres Metro yang tergabung dalam satgas pangan berhasil mengungkap kasus pengoplosan tabung Gas LPG (liquified Petroleum Gas) dari tabung Gas LPG 3 kilogram bersubsidi ke tabung Gas 12 kilogram.

Sementara ini para tersangka kita kenakan pasal 62 ayat (1) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen”dipenjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp.2.000.000.000.-(Dua Milyar Rupiah)” dan Pasal 53 UU RI No.22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas bumi “Dipenjara paling lama 5 tahun atau denda paling banyak Rp.50.000.000.000.-(Lima puluh Milyar Rupiah),” Ujar Kompol Listiyono Dwi Nugroho.

“Kita amankan pelaku yaitu M.S (37), M.A (21), dan R.A (23) , berikut barang bukti yang kita amankan kendaraan Roda Empat Merk Daihatsu grandmax warna hitam, 136 (seratus tiga puluh enam) tabung gas elpiji ukuran 3kilogram dalam keadaan kosong, 99 (sembilan puluh sembilan) tabung gas elpiji ukuran 3kilogram yang berisi gas elpiji. 45 (empat puluh lima) tabung gas ukuran 12kilogram dalam keadaan kosong dan barang bukti lainnya termasuk ada obeng, regulator, dan catatan serta segel penutup tabung Gas apabila sudah terisi,” terang nya.

Wakapolres Metro Kompol Listiyono Dwi Nugroho menjelaskan, Ini berasal berdasarkan laporan masyarakat, diteruskan penyelidikan anggota dilapangan sehingga kita bisa mengamankan para tersangka. Dari keterangan tersangka, mereka sudah melakukan sekitar 6 bulan, dan meraih keuntungan 7 juta rupiah perbulan,” ungkap nya.

Tersangka membeli tabung Gas elpiji 3 kilogram dari warung-warung dan toko-toko besar disekitar Kota Metro, Lampung tengah, dan Lampung Timur selanjutnya Gas elpiji 3 kilogram bersubsidi diambil dan dipindahkan ke gas 12 kilogram kemudian dijual kembali disekitar kota Metro, Lampung tengah, dan Lampung Timur,” ujar Kompol Listiyono.

Selain itu Berdasarkan keterangan tersangka, mereka belajar dari teman di Jakarta. Kita tidak under estimate dan tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku yang memanfaatkan untuk mengambil keuntungan dari pengoplosan tabung gas elpiji ini,” terang nya.

Wakapolres Metro Kompol Listiyono Dwi Nugroho menghimbau kepada masyarakat, apabila ada yang mencurigakan, ada orang yang membeli dan menjual gas elpiji dengan harga tidak wajar silahkan berikan informasi kepada kami Polres Metro. Karena patut dicurigai ada penyimpangan, apabila membeli gas elpiji yang tidak sesuai dengan aturan harga yang ditentukan dari Pemerintah,” himbaunya.

Menurut keterangan tersangka M.S (37)tahun yang merupakan otak pengoplos Gas elpiji tersebut mengungkapkan kepada Awak media.

“Keuntungan mencapai 7 juta setiap bulan untuk biaya hidup sehari-hari dan memberi gaji (M.A) dan (R.A). bisa mengoplos gas elpiji belajar dari teman di Jakarta, alat-alat untuk mengoplos gas merakit sendiri. Keuntungan dari setiap tabung 21 ribu rupiah sampai 25 ribu rupiah,”ucapnya.

Terangka M.S(37) mengatakan hasil pengoplosan tabung Gas 12 kilogram dijual lebih murah ke toko-toko yang ada di kota Metro, Lampung tengah dan Lampung Timur dari harga Normal. Sedangkan Untuk mendapatkan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram tersebut berani membeli lebih tinggi dari harga normal yang kemudian dipindahkan ke tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram dan dijual lebih murah dengan harga 120 ribu rupiah, kalau harga normal nya 139 ribu rupiah. Dan Segel penutup tabung gas dibuat sendiri, seminggu dua kali mengoplos tabung gas dengan jumlah 60 tabung gas elpiji ukuran 12 kilogram. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here