Tim Penilai Lomba Kesrak PKK dan KKBPK Provinsi ke Tanggamus

0
1

LAMPUNGPAGI.NET — Rombongan tim penilai lomba Kesatuan Gerak (Kesrak) PKK dan Ketahanan Keluarga Berencana Pembangunan Keluarga (KKBPK) Kesehatan Provinsi Lampung melakukan penilaian di Pekon Dadisari, Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus. Rabu (27/11).

Kehadiran rombongan tim penilai berjumlah 21 orang disambut Ketua Tim Penggerak PKK Tanggamus, Hj. Sri Nilawati Syafi’i bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan unsur perangkat daerah lainnya.

Dihadapan tim juri Ketua TP – PKK Tanggamus, Hj. Sri Nilawati Syafi’i menyampaikan, dasar pelaksanaan kegiatan lomba Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan adalah surat Kepala Perwakilan BKKBN lampung Nomor: 2583/BL.102/J.5/2018 tanggal 26 September 2018, perihal rapat pemantapan bhakti kesrak PKK – KKBPK Kesehatan, serta pedoman pelaksanaan kesatuan GERAK PKK – BBPK -Kesehatan.

“Pekon (Desa) Dadisari merupakan salah satu pekon mandiri dengan sumber daya alam cukup dan selalu mengalami perubahan peningkatan pembangunan baik fisik dan non fisik, dengan luas wilayah 6,85 kilo meter persegi, memiliki jumlah penduduk 893 jiwa, jumlah Kepala Keluarga (KK) 259 dan jumlah dusun sebanyak tiga dusun,” Kata Sri Nilawati.

Tervisualisasinya cakupan program dalam rangka usulan pekon ODF, observasi lingkungan dan sanitasi rumah, inovasi, antusias masyarakat, dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, juara I lomba kebersihan Pekon tingkat Kecamatan, terbaik kegiatan Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan tingkat Kabupaten, terbaik lingkungan bersih sehat, terbaik PHBS dan faktor lainnya.

Lomba Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan, keterpaduan antara PKK Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta Kesehatan meliputi, Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga terdiri dari tertib administrasi, pola asuh anak dan remaja (PAAR), kelompok Usaha Peningkatan pendapatan keluarga (UP2K), pemanfaatan tanah pekarangan, kegiatan inspeksi visual asam asetat (IV).

Lalu KKBPK meliputi, penggerakan dan KIE, pelayanan aseptor MKJP bagi pasangan usia subur (PUS), adanya kelompok kegiatan BKB, BKR, BKL dan UPPKS, di Pekon Dadisari, Bidang Kesehatan upaya proses usulan menjadi pekon ODF, PHBS, LBS tidak ada lagi ibu melahirkan tidak ditolong medis dan posyandu.

“Saya persilahkan tim penilai meninjau posko – posko, mudah – mudahan Pekon Dadisari menjadi terbaik ditingkat Provinsi dan kami siap menjadi wakil diajang lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Sambutan tertulis Bupati Tanggamus, Hj. Dewi Handajani, SE, MM disampaikan Pj. Sekretaris Daerah Drs. Hamid H. Lubis bahwa terpilihnya Pekon Dadisari dalam lomba ini bukan secara kebetulan akan tetapi didukung berbagai faktor, diantaranya tingginya peran serta masyarakat dalam pembangunan pekon, tingginya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan lingkungan, PHBS, pemanfaatan posyandu, pemanfatan tanah pekarangan dan tingginya kesetaraan masyarakat dalam program KB dan tertib administrasi.

“Harapan kami di 2018 ini, Pekon Dadisari berdasarkan penilaian dianggap layak untuk mewakili Tanggamus kembali untuk menjadi duta Provinsi Lampung sebagai pelaksana terbaik Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan dan Insyallah kami mampu mengembannya,” kata Pj Sekda.

Ketua Tim Penilai Lomba Kesrak PKK-KKBPK Kesehatan Tingkat Provinsi Lampung Drs. Yuda Setiawan, MM dalam sambutannya menyampaikan, Lomba Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan dilakukan sebagai ajang mawas diri terhadap berbagai kegiatan telah dilakukan selama tahun 2018. Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan diharapkan mampu meningkatkan motivasi kerja, sehingga terpacu untuk lebih intensif mencapai cakupan program menjelang berakhirnya tahun kegiatan.

Dalam Lomba Kesrak PKK – KKBPK Kesehatan tahun 2018 ada empat jenis penilaian, yaitu Kegiatan satuan gerak PKK – KKBPK Kesehatan, Posyandu, PHBS rumah tangga serta lingkungan bersih dan sehat. Untuk kegiatan lomba PKK, dilakukan penilaian lima jenis PKK, tertib administrasi PKK, pola asuh anak dan remaja, Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), Halaman asri teratur indah dan nyaman (Hatinya PKK), serta pelaksanaan deteksi dini kanker serviks melalui melalui visual asam asetat.

“Muara dari kegiatan tersebut adalah bagaimana meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dari berbagai lini,” kata Yuda. (Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here