Warga Tanggamus Beramai ramai Serahkan Senpi Rakitan Kepada Polisi

0
1

LAMPUNGPAGI.NET — Warning Polres Tanggamus kepada masyarakat untuk menyerahkan senjata api (Senpi) dan bahan peledak ilegal membuahkan hasil.

Polres Tanggamus menerima penyerahan 3 pucuk senjata api (senpi) rakitan dari masyarakat, yaitu 1 pucuk senpi laras pendek (pistol) diserahkan oleh Irhamsyah (57) warga Pekon Raja Basa Kecamatan Bandar Negeri Semong (BNS), 1 pucuk senpi laras panjang jenis locok diserahkan Andi Saputra (28) warga Pekon Gunung Megang Kecamatan Pulau Panggung dan 1 pucuk senpi laras pendek berikut 3 butir amunisi aktif diserahkan oleh Edi Siswanto alias Edi Karso (51) warga Kelurahan Pajaresuk Kecamatan Pringsewu Kabupaten Pringsewu, dia selaku tokoh masyarakat Kelurahaan tersebut dan senpi dimaksud berasal dari salah satu warganya.

Penyerahan senpi di laksanakan di koridor utama Mapolres Tanggamus diterima langsung Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, SIK. M.Si didampingi Kabag Ops Kompol Bunyamin, SH. Kasat Reskrim AKP Edi Qorinas.

Penyerahan senpi dari warga kepada Kapolres Tanggamus disaksikan langsung Karo Sarpras Polda Lampung Kombes Pol. Edi Yunianto, Dir Binmas Polda Lampung Kombes Pol. Jhony, saat itu sedang melaksanakan pemeriksaan kendaraan Bhabinkamtibmas.

Kapolres Tanggamus AKBP. I Made Rasma, SIK, M.Si mengungkapkan dalam rangka Operasi Waspada Krakatau 2018 mulai dari tanggal 15 Nopember hingga 28 Nopember 2018 dengan sasaran kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal.

“Polres Tanggamus hari ini menerima 3 senpi ilegal, 2 pucuk dari Tanggamus dan 1 pucuk dari Pringsewu melalui Polsek Pringsewu Kota,” kata I Made Rasma.

Kapolres mengucapkan terima kasih atas kepada warga masyarakat karena dengan sadar menyerahkan senpi ilegal kepada Polres Tanggamus. Bagi masyarakat masih menyimpan atau memiliki senpi supaya segera menyerahkan ke Polres Tanggamus secara sukarela, jika tidak mau maka resikonya akan berhadapan dengan hukum.

Menurut Andi Saputra senjata api laras panjang miliknya didapatnya dari hasil penemuannya disungai dikubur dibawah batu sekitar satu tahun lalu, saat dirinya hendak mencari ikan di sungai Lubuk Gajah Pekon Datar Lebuay Kecamatan Air Naningan. Sejak senjata tersebut ditemukan tidak pernah digunakan namun hanya ditaruh dirumah.

Hal sama juga diungkapkan Irhamsyah (57), sejak senpi ditemukan anaknya di blok 3 sekitar 8 bulan lalu hanya di simpan saja. Setelah mendengar himbauan t(Irawan)erkait penyerahan senpi ilegal, maka saya serahkan ke Polres melalui salah satu anggota tim Tekab 308.(Irawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here