BPBD Kabupaten Tanggamus Menggelar Simulasi Tangap Bencana Gempa dan Tsunami

0
4

LAMPUNGPAGI.NET — Bupati Tanggamus Hj. Dewi Handajani, SE, MM, menghadiri kegiatan simulasi bencana Gempa dan Tsunami bagi anak – anak di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Kapuran Pasar Madang Kecamatan Kota Agung Kabupaten Tanggamus. (2/11).Jum’at lalu

Dewi Handajani berpesan supaya masyarakat selalu siap dalam menghadapi bencana mungkin saja bisa terjadi dilingkungan. Edukasi kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana sering terjadi perlu di tanamkan dan disimulasikan supaya menjadi respon cepat bila terjadi bencana.

Edukasi tersebut diharapkan dapat terus dilakukan dan tidak harus terhadap anak – anak saja tetapi masyarakat luas harus tau tindakan apa harus dilakukan jika tiba – tiba terjadi bencana, selain itu untuk mengurangi kepanikan saat menghadapi musibah bencana.

“Jika sewkatu – waktu terjadi musibah bencana masyarakat jangan panik sebab kalau panik jelas tidak bisa berbuat untuk menyelamatkan diri malah bisa berbahaya bagi diri sendiri,” kata Dewi.

Masyarakat diminta untuk meningkatkan kepedulian bila dilingkungan sekitarnya terjadi bencana harus saling membantu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus siap mendukung program dalam rangka menyelamatkan dan mengamankan warga masyarakat dari bencana. Kedepannya setiap pekon harus dibentuk relawan Desa Tanggap Bencana (DESTANA) terutama bagi Pekon/Desa memiliki potensi tinggi terjadi bencana.

“Bagi Kepala Pekon memiliki wilayah berpotensi tinggi terjadi bencana dapat membentuk relawan
DESTANA sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap keselamatan masyarakat Tanggamus,” ucap Dewi.

Saat dikonfirmasi, Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tanggamus, Drs. Romas Yadi, MM menyampaikan, kegiatan tersebut bertujuan supaya masyarakat selalu tanggap dalam menyikapi tanda – tanda akan adanya bencana dan mengarahkan masyarakat untuk dievakuasi di tempat titik aman.

Kegiatan ini melibatkan relawan – relawan DESTANA dari Kelurahan Baros dan Pasar Madang.

“Dengan adanya pelatihan ini masyarakat dan anak – anak akan mendapatkan ilmu terkait penyelamatan diri jika terjadi bencana dan insyaallah kedepannya akan sering dilakukan simulasi,” kata Romas. (Irawan).
Area lampiran

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here