Antisipasi Penyalagunaan Senpi, Ratusan Personil Polres Ikuti Tes Psikologi

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Mengantisipasi penyalahgunaan senpi dalam melaksanakan tugas negara ratusan personil kepolisian resort (Polres) Lampung utara ramai-ramai ikuti test Psikologi kolektif untuk persyaratan pinjam pakai senjata api (senpi) yang akan digunakan saat berdinas

Sebanyak 165 personil kepolisian dari resort (polres) mengikuti test Psikologi dalam kegiatan ini dipimpin langsung Bagian RO Sumberdaya Manusia (SDM) Polda Lampung AKP Alen Widyawati S.Psi berserta rekannya empat (4) personil.

Kegiatan tes psikologi bagi personil kepolisian resort (Polres) dipusatkan di Gedung Olahraga (GOR) Stadion Sukung Kelapa Tujuh Kotabumi Jalan Etsiko Siomi Lampung Utara.Kamis (06/09/2018).

Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.I.K yang diwakili Kabag Sumda Kompol A. Holil, S.pd menyatakan tes ini merupakan bentuk dari penerapan Peraturan Kapolri nomor 1 tahun 2009 dan prosedur tetap (protap) 1 tahun 2010 tentang penggunaan senjata api dalam penanggulangan aksi anarkis.Ungkapnya

Tujuan diadakan tes tersebut guna membekali anggota tentang pedoman dasar dan pemahaman tentang standar operasional penggunaan senjata ini. “Tes ini juga dimaksudkan untuk pencerahan kembali anggota yang memegang senpi. Seperti pisau yang selalu diasah agar tetap tajam,”Terang Kompol Holil

Masih kata Kabag Sumda Polres lampung utara dengan tes ini setiap anggota diharapkan tidak ragu-ragu atau takut tetapi tetap menggunakan senjata sesuai peraturan yang ada dan pengguannya dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum. “Saat menyelamatkan diri dan orang lain, maka setiap anggota tidak ragu-ragu lagi dalam menggunakan senpi,”Imbuhnya

Dalam kesempatan itu, Kompol A. Holil juga menekankan bahwa tidak semua anggota diperbolehkan menggunakan senjata api. Setiap anggota harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti tes psikologi, kesehatan, orientasi kerja si anggota apakah harus memegang senpi atau tidak, dan rekomendasi dari pimpinan.

Pertimbangan rekomendasi tersebut berupa tingkat emosional anggota, kepatuhan, kedisiplinan, dan keseharian anggota. Setelah diperbolehkan menggunakan senpi, maka setiap anggota harus memperbaharui kartu P.A.S.Setiap enam bulan sekali.Ujarnya
Agar tidak disalahgunakan oleh orang lain, setiap anggota harus memperlakukan senjatanya dengan pengamanan ekstra. “Senjata itu seperti istri pertama, di manapun harus diperlakukan secara baik. Dijaga betul. Pengamanannyapun disesuaikan tingkat kerawanan di lingkungan masing-masing pemegang senpi. Jauhkan dari jangkauan dari orang lain,”Pungkasnya (Saiful Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here