Raden Adipati Surya: Profesi Guru adalah Pekerjaan yang Sangat Mulia

0
1

LAMPUNGPAGI.NET — Profesi guru adalah sebuah pekerjaan yang sangat mulia, dimulai dengan mentransfer ilmu pengetahuan, pengalaman, penanaman nilai-nilai budaya, moral dan agama, selain itu juga guru berfungsi sebagai motivator, konsoling sehingga kehadiran guru ditengah-tengah masyarakat merupakan unsur utama dan sangat penting.

Demikian disampaikan Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya pada Pengukuhan Pengurus Guru Honorer Murni Kabupaten Waykanan dan Pengurus Guru Honorer Murni Kecamatan se-Kabupaten Waykanan
GSG Way Kanan, 20 Agustus 2018.

“Bisa dibayangkan jika ditengah-tengah kehidupan manusia tidak ada seorangpun guru, kita akan hidup dalam lingkaran tradisi-tradisi kuno serta peradaban kuno, sangat mustahil sebuah bangsa dapat maju tanpa pendidikan dan guru. Upaya guru mendidik, membimbing, mengajar dan melatih anak didik bukanlah hal yang mudah dan gampang, ini membutuhkan keseriusan, pengalaman serta profesionalisme dalam mengorganisasikan pembelajaran sehingga mampu menjadi materi pelajaran yang dapat dipahami anak didik dengan baik,” kata bupati.

Dia menambahkan, guru mempunyai tugas yang komplex dan sangat berat karena membawa misi pembelajaran, pencerdasan dan pembaharuan sehingga mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa.
Dalam undang-undang guru dan dosen Nomor: 14 tahun 2005 pasal 1 ayat 1, Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Selanjutnya penyelenggaraan pendidikan pada pasal 1 ayat 5 berbunyi penyelenggara pendidikan adalah Pemerintah, pemerintah daerah, atau masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur pendidikan formal. Mencermati hal tersebut, betapa penting dan perlunya perhatian khusus menyangkut, profesi, kesejahteraan, karier dan nasib seorang guru khususnya guru honor, yang dibutuhkan guru bukan hanya gelar ” PAHLAWAN TANPA TANDA JASA “.

Guru honor merupakan profesi yang diharapkan profesional. Namun apakah mungkin seorang dapat berbuat maksimal tanpa pernah mengetahui kebutuhan hidupnya, rasanya tidak mungkin di era globalisasi dan ditengah-tengah krisis multi dimensional dimana harga barang melambung tinggi mempengaruhi biaya hidup.
Selama ini Pemerintah belum mampu melahirkan kebijakan yang dapat menjawab persoalan tenaga honorer, dengan alasan besarnya rasio perbandingan jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk mengangkat tenaga honorer menjadi PNS.

Baru-baru ini Wakil Presiden Muhammad Yusup Kalla ketika memberikan pengarahan diajang Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan, adanya rencana pengangkatan guru honorer. Sekarang ini, Indonesia mengalami kekurangan guru, salah satu penyebabya karena beberapa tahun terakhir jumlah guru yang pensiun lebih banyak ketimbang jumlah guru yang diangkat.

Terlepas adanya pengangkatan guru honer jadi PNS atau tidak, hal itu merupaka tugas dan kewenangan dari Pemerintah Pusat. Kita di daerah ini hanya mengikuti petunjuk dari Pemerintah Pusat. Saya berharap kepada Saudara-saudara yang menjadi guru honorer tetap bersabar, laksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, karena saudara-saudara telah berkomitmen menjadi seorang guru.

Kepada pengurus Persatuan Guru Honorer Murni yang dikukuhkan pada hari ini, agar senantiasa menyatukan visi dan misi untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Kabupaten Way Kanan untuk membuat kebijakan, khususnya menyangkut tenaga honorer. (A Pendi)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here