Tegakkan Perda, Satpol PP Kota Metro Gelar Operasi Yustisi Identitas

0
4

LAMPUNGPAGI.NET — Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) kota Metro melalui bidang Penegak peraturan Daerah (perda) melakukan kegiatan operasi Yustisi pelanggar perda nomor 09 tahun 2015 pasal 45 ayat 2 point 5 ( warga Indonesia dan orang asing yang memiliki izin tempat tinggal tetap, tidak membawa kartu tanda penduduk/KTP saat berpergian) pelaksanakan kegiatan di kecamatan Metro barat Kota Metro, Senin (06/08)kemarin.

Operasi/Razia tersebut dimulai Senin malam pukul 21.30 dengan sasaran operasi Rumah kost dan rumah kontrakan serta tempat hiburan karaoke di kecamatan Metro barat,
Tim gabungan terdiri dari berbagai Unsur dengan melibatkan personil Satuan Pol.PP Metro 12 orang, Pegawai Dinas Catatan sipil kota Metro 2 orang, PPNS Metro 2 orang, Anggota Polres Metro 7 orang, anggota Kodim 0411/LT 2 orang, Anggota POM/PM Metro 2 orang.

Kegiatan berlangsung di 8 (delapan) titik sasaran Rumah kost, Rumah kontrakan dan tempat Hiburan karaoke yang merupakan agenda rutin bidang Peraturan Daerah (perda) Satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) kota Metro

Dari hasil operasi/Razia yustisi tidak memiliki Kartu identitas diri (e-KTP) tersebut, terjaring sebanyak 12 orang pelanggar dari lokasi rumah kost, rumah kontrakan dan tempat hiburan karaoke terdiri 6 orang perempuan dan 6 orang laki-laki dari rute dan sasaran di kecamatan Metro Barat.

Selanjutnya pelanggar peraturan daerah (perda) nomor 09 tahun 2015 tentang warga Indonesia dan warga asing memiliki izin tempat tinggal tetap membawa kartu tanda
Penduduk/e-KTP saat berpergian pada Operasi/Razia tim gabungan dilakukan penyidangan di tempat serta diberikan arahan dengan sangsi dan himbauan agar mematuhi peraturan daerah kota Metro dengan memiliki kartu tanda penduduk/ e-KTP.

Operasi/Razia yustisi tim terpadu berakhir pukul 00.30 Wib dengan berjalan aman, lancar dan kondusif seperti sampaikan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol.PP) kota Metro Imron,SP mengatakan saat di wawancarai media lampungpagi usai berlangsung kegiatan tersebut,

“Kegiatan ini yang bersifat rutin dari Sat.Pol.PP kota Metro dengan operasi yustisi untuk mendukung visi misi Kota Metro sebagai kota Pendidikan Wisata keluarga berbasis Ekonomi Kerakyatan yang berlandaskan Pembangunan Partisipatif, dan pada ajaran baru ini salah satu bidang pada kita yaitu bidang Penegakan perda melakukan kegiatan untuk memantau Kondisi masyarakat di kota Metro khususnya dan pendatang sebagimana kita ketahui bersama catatan kependudukan dan pengelolaan e-KTP nya sangat luar biasa untuk kota Metro.

Operasi/Razia ini merupakan bentuk dukungan kepada Pemerintah Kota Metro, dan melihat langsung kondisi masyarakat tentang kepemimpinan kartu tanda penduduk/e-KTP, dalam kegiatan ini bertujuan untuk menegakkan peraturan daerah yang di atur dalam perda nomor 09 tahun 2015 pasal 45 ayat 2 point 5 tentang (warga Indonesia dan warga asing memiliki izin tempat tinggal tetap tidak membawa kartu tanda penduduk/KTP saat berpergian). Melaksanakan operasi/razia bersama tim terpadu diantaranya Sat.Pol.PP, Polres Metro, Kodim 0411/LT, POM/PM Metro, PPNS, dan Dinas Catatan sipil kota Metro mengecek rumah kost-kostan, rumah kontrakan dan tempat hiburan karaoke di kota Metro,” jelas Imron.

Kasat Pol.PP kota Metro tersebut menjelaskan selain operasi/Razia yustisi Kartu tanda penduduk/e-KTP, apabila ditemukan yang bersifat mengarah pada penyakit masyarakat seperti hubungan diluar nikah,narkoba dan lain sebagainya. Pada sebelumnya pada hasil rapat bersama tim terpadu, yaitu merupakan dalam rangka bentuk dukungan tugas-tugas pihak kepolisian, apabila dalam operasi ada hal diluar dugaan kita seperti asusila, tindak pidana dan lain sebagainya kita bekerjasama dengan sesuai prosedur dilakukan sidik terlebih dahulu di Pol.PP dan di tindak lanjuti kita serahkan pada pihak kepolisian, apabila terjadi saat operasi/razia berlangsung,” ucap nya.

Menurutnya Imron,SP kegiatan satuan Polisi Pamong Praja (Sat.Pol.PP) kota Metro bukan saja pada operasi/razia Yustisi penertiban kartu identitas diri, namun ada banyak kegiatan lain ke depannya dan fokus pada operasi/razia ini pada penertiban identitas diri (KTP). Selain itu kami menghimbau kepada pemilik rumah kost dan kontrakan dapat mengerti dan melihat serta lebih selektif apakah mereka yang ingin menempati rumah kost dan kontrakan nya dan bagi orang-orang yang akan mengontrak kost-kostan di kota Metro ini mutlak harus memiliki identitas jelas,karena di kota Metro ini kita mengharapkan semua tertib identitas, tertib aturan dan lain nya,” tegas nya.

Dalam kesempatan tersebut Tim terpadu dari Dinas catatan sipil menerangkan operasi/razia Yustisi fokus penertiban kartu tanda penduduk
bagi penghuni Rumah kost, rumah kontrakan dan tempat hiburan di kota Metro,

“KTP e-lektronik yang menjadi sasaran operasi Yustisi, dan untuk KTP Siak tidak berlaku lagi, namun surat keterangan dari Disdukcapil apabila masih proses pembuatan KTP masih bisa berlaku,” tutup nya. (Ade Suhendra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here