Bendungan Irigasi Kertasana di Kabupaten Pesawaran Miliki Sejarah

0
3
Bendungan Irigasi Kertasana di Kabupaten Pesawaran

LAMPUNGPAGI.NET — Bendungan Aliran Irigasi Desa kerta sana berlokasi di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung yang selesai dibangun pada tahun 1989 di Indonesia. Namun disayangkan bendungan tersebut Belum pernah dilakukan renovasi hingga sekarang.

Bendungan way kertasano dengan model bendungan saluran irigasi, menggunakan teknologi modern, yaitu dengan menggunakan tenaga manual, jika hujan di buka jika panas di tutup, akan tetapi bukan secara otomatis dengan daya yang tinggi.

Bendungan atau Dam wai kertasono merupakan salah satu peninggalan bangunan masa ke masa yang masih berdiri belum pernah ada renovasi.

Bendungan wai kertasono memiliki 3 buah pintu pengatur udara terbuat dari lempengan baja yang masing-masing diapit oleh bilahan semen Baturaja, tiang dengan tiga, pintu sebagai ruangan lorong keluar arus air untuk menurunkan ke berbagai arah.

Sejarah singkatnya, pembangunan jaringan arus aliran air bendungan kertasono, di bangun pada tahun 1989 hingga sekarang belum pernah tersentuh renovasi Bangunan.

Membangun jaringan pembagian air kecil yang sangat sederhana yang kemudian menjadi kebanggaan masyarakat kertasona.

Luas wilayah yang dapat dikeluarkan oleh irigasi-kecil ini hanya sebagian kecil dari areal persawahan yang ada pada saat ini, selebihnya masih berupa lahan persawahan tadah hujan.

Untuk meredam pergolakan yang akan terjadi di kertasana dan kampung Baru, pemerintah lampung selatan merencanakan pembangunan jaringan untuk mengairi dataran persawahah desa kerta sana yang mencakup dataran rendah.

Pengukuran topografi, Hidrometri dan pengintegrasian data untuk penguatan jaringan irigasi dimulai pada tahun 1989. Bangunan utama yang terdiri dari sebuh bendungan didekat Desa kerta sana dusun Kampung Baru di antara pertengahan desa, yang kemudian dinamakan Bangunan Bendungan jaringan irigasinya dinamakan irigasi way Kerta sano.

Bendungan yang semula beton sebagai bendungan tetap, hingga saat ini meminta renovasi. selain itu pembangunan bendungan yang semula sudah pernah di bangun langsung melalui dinas PU Pengairan lampung selatan, dan pembangunan pada tahun ini di harapkan Dari Dinas kabupaten pesawaran, yang akan berjalan dengan baik dalam pembuatan bangunan Di peruntukan untuk membuat saluran.

Jaringan ini terdiri dari satu bangunan saluran dan jaringan irigasi dengan sekitar 10.000 hektar, jaringan pembangunan irigasi wai kertasono dengan luas daerah pelayanan sekitar 50.000 hektar dari Waktu 30 tahun yang lalu belum pernah teronovasi.

Seiring dengan perkembangan zaman dan taraf kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat sekitar Desa kertasana, sebutan bendungan ini kini berubah menjadi bendungan wai kertasono sedikit demi sedikit dan akhirnya akan menjadi bendungan taman wisata wai kertasono yang kini akan menjadi bendungan kebanggaan masyarakat setempat.

Saat ini telah ada perubahan yang terjadi untuk perubahan fungsi dan fungsi yang tidak hanya untuk jaringan irigasi dan pengendali tapi juga akan menjadi tujuan bagi masyarakat daerah desa kertasana karena selain bisa melihat bangunan peninggalan Nenek moyang juga akan dijadikan tempat taman rekreasi tempat menyegarkan dengan lapangan rumputnya yang hijau, tikungan ini ramai sekali, setiap menit, Tiap hari.

Lebih banyak orang yang berdampingan adalah orang yang mau tidur atau istirahat bendungan, setiap orang datang dari berbagai dusun dan daerah untuk berebut ikan di Bendungan wai kertasono yang dikeringkan. (Zahrial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here