Aksi Damai Warga Tanjungkerta Pesawaran Libatkan Anak Sekolah

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — Warga Desa Tanjungkerta menggelar aksi damai di depan Kantor Bupati Pesawaran dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesawaran, Senin (5/8/2018).

Salah seorang warga Tanjungkerta yang enggan disebut namanya menyampaikan, saat ini program penguatan karakter di sekolah sudah diterapkan. Hal ini salah satunya bertujuan mencegah masuknya pemahaman yang di anggap kurang positif di siswa-siswa sekolah, termasuk melakukan aksi damai.

“Sudah diperkuat juga dengan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter. Jadi secara konsep sudah ada dan sudah dilaksanakan di sekolah,” terang dia.

Dalam rangka mewujudkan bangsa yang berbudaya melalui penguatan nilai-nilai religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab, pemerintah memandang perlu penguatan pendidikan karakter.

Perpres Nomor 87 Tahun 2017 disebutkan, Penguatan Pendidikan Karakter yang selanjutnya disingkat PPK adalah gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Dalam aksi damai warga turut melibatkan anak sekolah yang masih dalam pendidikan menuntut ilmu, Hal itu tak lepas dari peristiwa aksi damai di lakukan warga Tanjungkerta yang melibatkan anak anak, dan guru harus memantau proses belajar mengajar siswa, baik ketika berada di dalam sekolah, di luar sekolah, maupun di dalam keluarga

Sekolah dijadikan tempat persilangan pertemuan antara tiga pihak, baik masyarakat, sekolah, dan keluarga, dalam didikan menuju masa depan, Bukan mendidik buat orasi aksi. Warga menegaskan, tugas utama guru itu adalah mendidik dan memantau keberadaan siswa,

“Tugas orang tua itu adalah membina serta memantau dan mengajarkan, bukan mengajarkan aksi damai,” tutup Helmi. (Zahrial)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here