Masyarakat Pertanyakan Kasus Dugaan Penyelewengan DD oleh Kades Tajur

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Masyarakat Tajur merasa kecewa atas laporan dugaan penyelewengan yang di lakukan Abdullah selaku Kepala Desa Tajur di tahun 2017. Demikian diungkapkan salah seorang warga Tajur, Sabtu (4/8/2018) kepada awak media.

Masyarakat Tajur yang minta identitasnya di rahasiakan ini menduga kasus laporan penyimpangan Dan Desa yang di lakukan oknum Kades Abdullah dan telah dilaporkan tanggal 6 Maret 2017 lalu disinyalir jalan ditempat dan tanpa sanksi apapun.

Sebelumnya diketahui, atas laporan masryarakat Oknum Kades Tajun dinyatakan bersalah oleh Pamerintah Kabupaten Pesawaran, namun karena belum ada tindak lanjut atas kasus dugaan korupsi Dana Desa tersebut, masyarakat akhirnya mendatangi ulang untuk mempertanyakan ke kantor Bupati Pesawaran.

Kedatangan Perwakilan masyarakat Desa Tajur saat itu di sambut Asisten 1 Syukur serta inspektur inspektorat Chambrasman dan kepala dinas PMD Zuryadi di ruangan Sekda Pemerintah Kabupaten Pesawaran, tepatnya ditanggal 9 Juli 2018 lalu.

“Chambrasman menyatakan atas laporan warga tajur sudah kami priksa dan koreksi, dan sudah di akui atad adanya penyelewengan yang di.lakukan Kades Abdullah sebesar Rp.187 juta, adapun tanda pengembalian kwitansi ada di bandahara desa (Yasir) melalui Bank Lampung,” terang nya.

Berdasarkan keterangan masyarakat Tajur, awak media langsung melakukan konfirmasi kepada Kades Abdullah. Ditempart Abdullah disambut oleh Yasir Bandahara Desa yang menyampaikan Kades jarang ada di tempat, sedang berada di Bandarlampung, dan pulang jika ada undangan rapat atau undangan camat.

Dan saat di konfirmasi di duga selaku Bandahara Desa, Yasir Tidak mengakui atas dirinya jika Bandahara desa dan menjelaskan bahwa saya cuma Kaur keuangan dan tidak menerima dana pengembalian, adapun Bandahara desa saya tidak tau siapa, untuk lebih jelas tanya kepala desa Abdullah. Terangnya lagi

“Keterangan  yang di himpun awak media bahwa di duga dalam pamerintah desa Tajur di anggap Ada sebuah Kong kalikong, atau Amburadul masayarakt tajur meminta pamerintah provinsi untuk bisa mengkaji ulang atas penyelewengan dana desa 2017 lalu.pinta Nawawi

Berbagai kererangan di atas pengembalian dana desa di anggap tidak terbukti, masyarakat meminta pamerintah untuk koreksi ulang. Yasir menjelas kan ulang pengembalian yang di maksud saya tidak tau, dan kalo Bumdes Baru di bentuk tetapi belum berjalan kalo struktur sudah siap adapun, adapun ketua Bumdes khoirudin. (LPM-27)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here