Antisipasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Polres Lampung Utara Lakukan Patroli

0
3

LAMPUNGPAGI.NET — Guna antisipasi Kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan ulah pihak-pihak tidak bertanggungjawab mengakibatkan, dampak terhadap kerusakan lingkungan, jajaran Polres Lampung Utara adakan kegiatan patroli keliling.

Kebakaran hutan tidak hanya sekedar musnahnya ekosistem tapi kabut asap yang ditimbulkannya  merusak sendi-sendi kehidupan, Pembakaran hutan atau lahan merupakan kejahatan yang harus diperangi secara komprehensif oleh setiap pihak.

Hal ini diketahui berdasarkan kegiatan patroli terpadu Karhutla yang dilakukan oleh jajaran Polres Lampung Utara, Kamis (26/7/18).

Kapolres Lampung Utara AKBP Eka Mulyana, S.Ik mengatakan, dalam pelaksanaan kegiatan patroli yang dilakukan oleh personil polsek wilayah hukum  Polres Lampung Utara yang tergabung dalam patroli karhutla tersebut masih menemukan dilahan masyarakat yang kondisinya sudah ditebas yang sudah mengering dan siap untuk dibakar.Ungkapnya

Menyikapi hal itu pihaknya  melaksanakan patroli melakukan pendataan serta memberikan himbauan agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan maupun lahan.

Selain melaksanakan patroli personil juga melaksanakan sosialisasi tentang karthula dan saksi yang akan diterima bagi masyarakat yang masih melakukan pembakaran hutan dan lahan”,Terang  Kapolres

Kapolres lampung utara AKBP Eka Mulyana S.I.K. Menambahkan ada tiga rincian undang-undang yang mengatur persoalan itu. Pertama, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Pasal 78 ayat (3) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp 5 miliar. Adapun, pada Pasal 78 ayat (4) menyebut, pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dam denda maksimal sebesar Rp 1,5 miliar.

Kedua, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan. Pasal 8 ayat (1) menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp 10 miliar.

Ketiga, Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan hidup. Pada Pasal 108 menyebutkan, seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp 10 miliar.

Patroli pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan akan terus dilaksanakan guna mengurangi resiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.Imbuhnya. (Andi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here