Harlah Muslimat, Bupati Pringsewu: Umur 72 Tahun Semangat 27 Tahun

0
2

LAMPUNGPAGI.NET — 72 tahun Muslimat NU telah hadir berkhidmah untuk umat, di umur yang sebentar lagi memasuki satu abad ini, Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Pringsewu, Lampung memperingatinya dengan Pengajian Akbar yang dihadiri puluhan ribu ibu Muslimat di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis ini. Bupati Pringsewu KH Sujadi berharap semangat berkhidmat Muslimat NU akan terus membara.

“Dirgahayu Muslimat NU. Umur 72 tahun, semangat 27 tahun,” ucapnya saat hadir pada kegiatan Harlah yang dipusatkan di Lapangan Kecamatan Banyumas, Ahad (22/7).

Bupati yang juga Mustasyar PCNU Pringsewu ini mengapresiasi kiprah Muslimat dan mengajak untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam membangun daerah melalui berbagai program yang telah dan akan dilaksanakan.

Ia menyebut salah satu program seperti Kampung Aswaja telah mampu mewujudkan kesejukan dan kedamaian Kabupaten Pringsewu yang didalamnya tinggal banyak penduduk dengan latar belakang suku, agama, dan budaya yang berbeda-beda.

“Ini (Kampung Aswaja, red) menunjukkan bahwa Muslimat telah mengakar di masyarakat Kabupaten Pringsewu. Ini selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Pringsewu yang juga memiliki Kampung Pancasila di Pekon (Desa) Mataram,” katanya.

Ia berharap program Kampung Aswaja dan Kampung Pancasila akan dapat bersinergi, saling beriringan untuk mewujudkan kedamaian di Kabupaten Pringsewu. Ia pun mengajak seluruh warga Pringsewu untuk senantiasa berangkulan dalam kebersamaan di tengah kebhinekaan yang ada serta senantiasa mempertahankan apa yang disebutnya sebagai PBNU.

“Kalau mau terus damai mari pertahankan dan junjung tinggi nilai-nilai PBNU. Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 45,” katanya berulang-ulang untuk mengingatkan pentingnya empat pilar tersebut untuk terus dijaga eksistensinya.

Bupati yang akrab disapa Abah Sujadi ini juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas keamanan dan senantiasa peka terhadap kondisi perkembangan lingkungan masing-masing. Hal ini penting sebagai bentuk antisipasi terhadap fenomenan radikalisme dan terorisme yang saat ini marak melakukan teror ditengah-tengah masyarakat.

“Laporkan jika ada warga baru yang tidak mau bersosialisasi dengan masyarakat sekitar. Diajak yasinan tidak mau, bersosialisasi dengan masyarakat tidak mau. Menutup diri dari pergaulan dengan masyarakat. Ini menjadi salah satu ciri kelompok yang senang melakukan pengeboman. Dan kalau ada pengeboman bisa dipastikan itu bukan Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” tandasnya.

Pada Kesempatan tersebut, Bupati Pringsewu menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang Lomba Kampung Aswaja Muslimat NU Kabupaten Pringsewu yang diraih oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Adiluwih. (Wagiman)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here